#perppukpk#beritanasional#unjukrasa#penolakanruu

Jokowi Masih Menimang-nimang Perppu KPK

( kata)
Jokowi Masih Menimang-nimang Perppu KPK
Presiden Joko Widodo--MI/Ramdani

JAKARTA (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo sudah menampung semua masukan soal penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi hasil revisi. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ifdhal Kasim, menyebut Jokowi masih mempertimbangkan secara matang semua pendapat agar bisa mengambil langkah tepat

"Presiden sedang meninjau argumen yang ada. Apakah akan memutuskan mengeluarkan perppu atau tidak, sampai saat ini belum ada konklusi," kata Ifdhal dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu, 5 Oktober 2019.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP, Ade Irfan Pulungan, menilai Jokowi tidak punya alasan untuk menerbitkan perppu. "Belum ada kegentingan yang mendesak dan memaksa," tegas Irfan.

Menurut dia, gelombang demonstran hanya bagian dari sikap salah satu elemen masyarakat terhadap revisi UU KPK. Hal itu belum bisa menjadi alasan bagi Jokowi untuk menganulir revisi UU tersebut.

Dia mengatakan niat seluruh anggota DPR dalam mengubah UU KPK ialah memperbaiki kinerja Lembaga Antirasuah. "Pihak yang masih menolak salah satu atau beberapa pasal UU tersebut bisa mengajukan judicial riview ke Mahkamah Konstitusi," kata dia.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menegaskan semua tokoh yang menghadiri undangan Jokowi menyarankan untuk mengeluarkan Perppu KPK. Hal itu yang terbaik untuk mengantisipasi pelemahan terhadap KPK dari ketentuan yang melemahkan kinerjanya.

"Kalau kita lihat, ada banyak orang menolak revisi UU KPK. Ada sejumlah 30 guru besar yang terus bertambah menolak itu," jelas Asfinawati.

Dia meminta Jokowi percaya diri dalam mengambil keputusan terhadap nasib KPK ke depan. KPK yang diharapkan mampu memperbaiki bangsa jangan sampai kinerjanya mundur akibat implementasi dari revisi UU.

Media Indonesia

Berita Terkait

Komentar