#Myanmar#Kudeta

Jokowi Desak Myanmar Hentikan Kekerasan Terhadap Sipil

( kata)
Jokowi Desak Myanmar Hentikan Kekerasan Terhadap Sipil
Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.


Jakarta (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak kekerasan di Myanmar segera dihentikan. Jokowi tak ingin lagi ada korban berjatuhan.

"Keselamatan dan kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama," tegas Jokowi dalam konferensi pers yang disampaikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jakarta, Jumat, 19 Maret 2021.

Baca juga: 20 Orang Tewas dalam Kerusuhan Terbaru di Myanmar

Kepala Negara juga menyampaikan simpati kepada korban kekerasan di Myanmar. Presiden ke-7 Indonesia itu ikut berduka cita.

"Atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia saya menyampaikan duka cita dan simpati yang dalam kepada korban dan keluarga korban akibat penggunaan kekerasan di Myanmar," ujar Jokowi.
 
Myanmar memberlakukan darurat militer di dua kota padat penduduk di Yangon pada Minggu, 14 Maret 2021. Darurat militer diterapkan setelah 18 pengunjuk rasa tewas sejak kudeta pada 1 Februari 2021.

Sedikitnya seratus orang menjadi korban kekerasan. Para aktivis dan kelompok hak asasi manusia meyakini jumlah korban lebih dari itu.

Tentara dan polisi dalam beberapa pekan terakhir melakukan tindakan keras hampir setiap hari terhadap para demonstran yang menyerukan kembali ke demokrasi. Tentara dan polisi memukul mundur para demonstran menggunakan gas air mata serta menembakkan peluru karet dan peluru tajam untuk memadamkan protes antikudeta.
 

Winarko







Berita Terkait



Komentar