#jokowi#Industri

Jokowi Bakal Bangun Kawasan Industri Hijau Terbesar di Dunia

( kata)
Jokowi Bakal Bangun Kawasan Industri Hijau Terbesar di Dunia
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan. Dok. MI


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek kawasan industri hijau di Kalimantan Utara pada Oktober 2021.

 

Luhut mengatakan proyek tersebut akan menjadi kawasan industri hijau terbesar di dunia yang dibangun di lahan seluas lebih dari 20 ribu hektare (Ha). Ia bilang proyek ini merupakan kerja sama antara perusahaan asal Tiongkok Tsingshan Group dan perusahaan asal Australia Fortescue Metal Group Ltd.

"Saya kira proyeknya sangat besar dan Presiden akan groundbreaking pada Oktober tahun ini. Itu nanti merupakan the biggest green industrial park in the world," kata Luhut, dalam acara Media Group News Summit Series bertajuk Indonesia Green Summit 2021, Selasa, 27 Juli 2021.

Adapun investasi yang digelontorkan untuk proyek ini sebesar USD100 miliar untuk hampir 10 tahun mendatang. Ia menjelaskan nantinya produk yang dihasilkan di kawasan tersebut yaitu produk ramah lingkungan mengikuti permintaan dunia.

"Setelah 2030 atau lebih awal pun orang sudah meminta produk clean energy, itulah sebabnya seperti di Kalimantan Utara mega proyek (dibangun)," tutur Luhut.

Proyek ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengembangkan dan memproduksi baterai lithium untuk kendaraan listrik. Indonesia, kata Luhut, memiliki cadangan yang cukup untuk menjadi pemain utama di industri baterai. Misalnya saja nikel, cadangannya di Indonesia merupakan yang terbesar yakni 21 juta ton.

"Mobil listrik akan membutuhkan nikel, kebutuhan nikel untuk mobil listrik akan semakin tinggi," ujar Luhut.

Lebih lanjut, kawasan industri ini akan berlokasi dekat dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan dengan kapasitas 11 ribu megawatt (MW) yang investasinya berasal dari Fortescue Future Industries (FFI) Pty Ltd, anak usaha Fortescue Metals Group.

Investasi yang digelontorkan FFI sebesar USD12 miliar hingga USD14 miliar. PLTA ini terintegrasi dengan pabrik amonia ramah lingkungan.

Winarko







Berita Terkait



Komentar