Jiwasrayaasabri

Jokowi Bahas Jiwasraya dan Asabri Bersama Parpol Koalisi

( kata)
Jokowi Bahas Jiwasraya dan Asabri Bersama Parpol Koalisi
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Wahyu Putro.

Jakarta (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo bertemu dengan dengan pimpinan partai politik koalisi pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020. Dalam pertemuan itu, Jokowi turut membicarakan sengkarut di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau ASABRI.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate yang ikut dalam pertemuan tersebut mengatakan, Jokowi berkomitmen agar masalah di dua perusahaan asuransi plat merah itu diselesaikan.

"Untuk bagaimana di-handle dan diatasi. Presiden punya semangat untuk menyelesaikan masalah yang sudah lama ini, harus diselesaikan dengan cara baik," kata Plate saat dikonfirmasi di Jakarta.

Jokowi, kata Plate, dalam penyelesaian masalah di Jiwasraya ini akan fokus dalam pemberian perlindungan kepada para pemegang polis, khususnya rakyat kecil. Jokowi ingin masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik.

Plate menyebut Jokowi juga membahas masalah yang juga terjadi di ASABRI. Mantan Gubernur DKI Jakarta ingin permasalahan di ASABRI segera diusut.

"Semangat menyelesaikan dengan baik itu ada. Cara penyelesaian itu perlu dilakukan dengan tepat," jelasnya.

Dalam pertemuan itu, Jokowi turut menyampaikan rencananya soal rancangan Undang-undang Omnibus Law tentang Cipta Lapangan Kerja dan Perpajakan serta RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP). Namun begitu, menutut Plate, pertemuan itu bukan soal Jokowi meminta dukungan kepada partai koalisi yang berada di parlemen.

Ia menjelaskan, Jokowi tak perlu meminta dukungan dari parpol koalisi di parlemen. Sebab, sejak awal, koalisi pendukung Jokowi di parlemen sudah mencapai 80 persen.

"Dukungan koalisi tidak perlu diminta, sudah sangat kuat, 80 persen kekuatan koalisi di parlemen saat ini," kata Menteri Komunikasi dan Informatika itu.

Tidak hanya itu, Jokowi juga memaparkan rencana pemerintah ihwal pemindahan ibu kota ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pasalnya, menurut Plate, kesiapan pemindahan ibu kota tidak sebatas pemindahan fisik. "Termasuk juga transformasi ekonomi," tutur dia.

Pertemuan tadi dihadiri sejumlah ketua umum partai koalisi, di antaranya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, serta Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa. Sementara itu, Ketua Umum Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tidak ikut hadir karena sedang bertugas ke luar negeri.

Kemudian hadir pula Selain itu hadir Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani, hingga Sekretaris Jenderal PKB Muhammad Hasanuddin Wahid.

Sejumlah pimpinan DPR juga ikut hadir. Mereka di antaranya Azis Syamsuddin dan Sufmi Dasco Ahmad. Selain itu turut hadir pula para pimpinan fraksi partai koalisi di DPR serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Kerja.

"Ini pertemuan bukan dengan partai koalisi (saja), ini pertemuan terkait dengan masalah negara yang butuh dukungan parlemen, makanya DPR juga ada," jelas dia.

medcom



Berita Terkait



Komentar