#masjid#UIN#jokowi

Jokowi Agendakan Peresmian Masjid UIN Radin Intan Safinatul Ulum

( kata)
Jokowi Agendakan Peresmian Masjid UIN Radin Intan Safinatul Ulum
Foto : Dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pembangunan Masjid Safinatul Ulum di kompleks Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) memasuki tahap akhir. Presiden RI Joko Widodo pun sudah mengagendakan akan meresmikan bangunan dua lantai tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Rektor UIN RIL Prof Moh Mukri saat menerima kunjungan tim Lampost.co di ruang rapat rektor, Selasa, 12 November 2019. Hadir dalam pertemuan tersebut Pemimpin Redaksi Iskandar Zulkarnain, Pemimpin Perusahaan Riza Mauluddin, Pemimpin Redaksi Lampost.co Sjaichul Anwar beserta jajaran tim digital Lampost.co.

Moh Mukri menjelaskan utusan Presiden Jokowi telah beberapa kali menanyakan jadwal peresmian masjid Safinatul Ulum sebab menurut staf Mensesneg peresmian masjid UIN RIL sudah ada dalam daftar agenda presiden. Namun, agenda peresmian belum dapat dipastikan ke utusan presiden sebab proses pembangunan masjid masih menyelesaikan beberapa tahap akhir.

"Utusan Presiden sudah beberapa kali mengkonfirmasi ke UIN RIL tentang peresmian Masjid Safinatul Ulum. Namun tanggal pasti belum bisa kami konfirmasikan karena memang masih tahap penyelesaian pembangunan. Kami tidak ingin tergesa gesa menuntaskan pembangunan dan meresmikan agar hasilnya nanti benar benar maksimal sesuai harapan," kata Guru Besar Ushul Fiqh UIN Raden Intan itu.

Kepada tim Lampung Post, rektor yang juga ketua PWNU Lampung itu mengatakan rahasia dibalik pemberian nama masjid yang digadang gadang menjadi masjid terbesar di Provinsi Lampung tersebut. Moh Mukri menerangkan secara harfiah safina berarti kapal.

"Kapal merupakan alat tranportasi juga simbol transformasi atau perpindahan. DI atas kapal manusia berkesempatan melihat cakrawala luas. Itu artinya selain bertransofrmasi kita juga harus memiliki wawasan yang luas atau berilmu (ulum). Karena itulah akhirnya kamii memilih Safinatul Ulum sebagai nama masjid UIN RIL," ujarnya.

Namun yang lebih penting lagi dari filosofi pemberian nama masjid bercorak warna putih itu adalah kapal sebagai alat tranportasi dapat dinaiki siapa saja. Hal ini sesuai dengan spirit UIN RIL yang merupakan tempat menuntut ilmu bagi siapa saja, anak bangsa dari seluruh penjuru Indonesia termasuk anak anak Irian juga berkesempatan kuliah di UIN RIL.

"Alhamdulillah saat ini UIN RIL sudah menjadi tujuan anak anak bangsa menuntut ilmu tidak hanya dari tiga hingga empat provinsi saja melainkan dari seluruh daerah. Untuk peminat, pada penerimaan mahasiswa baru kita adalah yang terbanyak di Sumatera. Secara nasional, kita hanya kalah sedikit dari beberapa kampus UIN di Jawa dan Makasar," ujarnya.

Pada kesempatan itu, rektor juga mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi semua pihak dalam proses merealisasikan pembangunan UIN RIL. Menurutnya keberadaan masjid tersebut merupakan partisipasi dari banyak pihak, tidak hanya civitas akademikia UIN RIL beserta alumni melainkan banyak pihak.

"Semoga ini menjadi amal jariah kita bagi kita semua karena memang dalam proses pembangunan masjid ini tidak ada pihak tertentu yang mendominasi terutama dari segi pendanaan. Mohon dia agar pembangunan masjid Safinatul Ulum dapat segera selesai dan diresmikan oleh Bapak Presiden," ujarnya.

Bangunan yang akan menjadi masjid terbesar di kampus se-Indonesia itu memiliki corak berbagai negara. Dr Mahmudin Bunyamin menjelaskan, bagian dalam masjid menggunakan kombinasi corak masjid Nabawi dan Maroko, ditambah dengan corak Lampung. Sedangkan bagian luar mengadopsi corak Masjidil Haram, Arab Saudi.

"Untuk kubah kita menggunakan konsep mirip dengan masjid di Dubay," tutur Ketua Pembangunan Masjid Safinatul Ulum itu.

Selain itu, masjid itu juga memiliki sembilan kubah yang menyimbolkan walisongo. Ditambah dengan 99 tiang yakni jumlah asmaul husna. Tangga masuk bagian depan berjumlah lima menunjukan rukun Islam.

Menurutnya, pembangunan masjid kini telah mencapai 90%. Kini pihaknya tengah memasang granit pada bagian lantai dua.

"Perkiraan masjid akan selesai pada awal 2020 yang akan datang," tuturnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar