#cpns#joki#kecurangan#penipuan

Joki CPNS di Lampung Bisa Diganjar 4 hingga 6 Tahun Penjara

( kata)
Joki CPNS di Lampung Bisa Diganjar 4 hingga 6 Tahun Penjara
Konferensi pers penangkapan tersangka perjokian seleksi CPNS 2021 di Mapolda Lampung, Senin, 26 April 2022. Dok Polda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat hukum Universitas Lampung (Unila) Yusdianto menilai para pelaku joki seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) melanggar pasal pidana penipuan dengan hukuman maksimal empat tahun penjara.

Menurutnya, kesesuaian Pasal 378 KUHP tentang Penipuan itu terletak pada titik janji bohong atau tipu muslihat para pelaku kepada korban. 

"Tidak menggunakan Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), tetapi lebih kena ke pidana penipuan, gratifikasi, dan sogok-menyogok sehingga para korban tertipu," katanya, Selasa, 26 April 2022.

Baca: Kasus Sindikat Joki CPNS di Lampung Berpeluang Seret Tersangka Baru

 

Ia menambahkan, jika para tersangka juga terbutkti melakukan pemalsuan dokumen, maka bisa pula ditambah dengan Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat atau Dokumen dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.

"Jika ada unsur pemalsuan dokumen dan sebagainya, bisa dipidana dengan pasal pemalsuan," katanya.

Menurutnya, Polda Lampung harus secara tegas menindak sindikat yang sudah merugikan banyak orang tersebut. Belum lagi, aksi perjokian itu bisa menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap rekrutmen CPNS.

"Jangan berhenti di empat tersangka, pasti masih ada aktor yang lebih besar," ujarnya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar