#jihadsanitasi

Jihad Sanitasi Efektif Kurangi BABS

( kata)
Jihad Sanitasi Efektif Kurangi BABS
dok Lampost.co

Pringsewu (Lampost.co): Kabupaten Pringsewu menjadi kabupaten pertama yang terbebas dari prilaku buang air besar
sembarangan (BABS) atau open defecation free (ODF) pada tahun 2017, lalu. 

Dengan berhasilnya Pringsewu menjadi kabipaten  ODF, Yayasan  Konservasi Way Seputih (YKWS) mengajak sejumlah wartawan  nasional dan lokal menggelar filetrip jurnalistik dengan  mengunjingi sejumlah tempat diantaranya pekon Wonodadi Kecamatan  Gadingrejo dan Pekon Podosari tepatnya di dusun Rejosari  Kecamatan Pringsewu. Di Rejosari, peserta yang terdiri dari jurnalis terlibat dialog dengan bupati Pringsewu H. Sujadi dan sejumlah Satker.

Pada kesempatan itu  Bupati H. Sujadi menyatakan bahwa  Pringsewu sudah ODF secara akses, tetapi bukan berarti tugas sudah selesai, perjuangan tetap masih terus di lakukan. 

Keberhasilan  itu kata Sujadi karena di dukung semua elemen masyarakat, aparatur pemerintah  baik tingkat pekon, kecamatan hingga tingkat satker. Bahkan ada pendekatan keagamaan yang di sebut jihad sanitasi. "Karena jihad maka sepanjang masa," ungkapnya. 

Menurut H. Sujadi, prilaku hidup sehat harus terus didorong dan dikerjakan sepanjang masa. Hidup tidak terlepas dari kebersihan. Masalah jamban adalah urusan wajib yang menjadi komitmen seluruh OPD. 

Bahkan agar program STBM ini harus berkelanjutan dan ini menjadi komitmen Pemkab dan pada APBD 2020 akan di angggarkan. Bahkan dengan adanya DD di upayakan ada alokasi untuk program sanitasi.

Jika  kebersihan bisa kita jaga maka manusia bisa mencapai derajat yang tinggi. Keberhasilan program jambanisasi akan menurunkan penyakit akibat lingkungan dan bisa mengurangi tumbuhnya bayi stunting.

Sujadi menambahkan keberhasilan STBM dengan menjadi ODF tentu prosesnya sangat panjang karena harus merubah prilaku masuarakat. "Dahulu kaitan antara pemilik kolam dengan ikannya, ada hubungan timbal balik, namun.dengan adanya program ODF, tidak ada lagi ikan lele makan kotoran manusia," ungkapnya

Artinya kata bupati, sekarang tidak ada lagi orang yang buang kotoran di kolam ikan. 

Keberhasilan Pringsewu menjadi kabipaten ODF pertama di Lampung, telah membuat munculnya Paguyuban Jamban Sewu, bahkan bisa menjual keluar Pringsewu.  Penghargaan ODF justru  menjadi pemicu untuk berbuat lebih baik, bahkan penghargaan bukan tujuan dari pemerintah dan warga, tapi adalah bagian dari kerja keras maayarakat Pringewu dan lintas sektoral.

Sujadi menyatakan sanitiasi di pilih menjadi program serentak  karena itulah hakekat hidup itu sendiri. "Untuk apa kita kaya kalau sakit,  makanya sanitasi yang sehat akan bisa menuju manusia yang unggul.  Dari sisi regulasi untuk mempercepat program sanitasi sudah di dorong dengan penerbitan perda, bahkan dewan juga sangat paham akan kebutuhan jamban masyarakat. 

Widodo

Berita Terkait

Komentar