#jerinxsid#laporanpolisi

Jerinx Kembali Dilaporkan ke Polisi

( kata)
Jerinx Kembali Dilaporkan ke Polisi
Jerinx SID. Dok MI


Jakarta (Lampost.co) -- Musisi Jerinx SID kembali dilaporkan ke polisi. Kali ini, laporan itu masuk ke Polda Metro Jaya terkait dugaan ancaman kekerasan atau pengancaman melalui media elektronik.

"Saya melaporkan IGA atau yg biasa dikenal dengan nama JRX. Terima kasih @poldametrojaya telah menerima laporan saya dengan baik," tulis Adam Deni di Instagramnya.

Ia menyatakan sejumlah pertimbangan dipikirkannya sebelum keputusan pelaporan tersebut. Ia juga melakukan upaya mediasi, namun tidak berhasil.

"Kenapa tidak mediasi? Saya telah mencoba tetapi tidak ada titik temu," tuturnya.

Sebelumnya, Adam Deni mempertanyakan pernyataan Jerinx terkait sejumlah selebritas menerima endorse covid-19. Dalam hal ini, beberapa nama public figure Tanah Air diyakini Jerinx dibayar untuk mengaku positif covid-19 dan menakut-nakuti masyarakat.

Adam Deni meminta Jerinx membuktikan pernyataan tersebut dengan data dan bukan sekadar informasi bohong alias hoax. Kemudian, ia diancam Jerinx melalui telepon dengan ungkapan penghinaan.

"Beliau maki-maki saya dengan kata kasar, hingga beliau ingin menginjak kepala saya di trotoar," ungkap Adam Deni di kanal YouTube Denny Sumargo.

"Ini bermula saat beliau ber-statement tentang endorsment covid-19. Setelah itu saya minta penjelasan mengenai pernyataan beliau, kalau endorse kan mesti ada hasil, entah itu barang, uang atau transaksi," jelasnya.

Setelah itu, akun Instagram Jerinx hilang dan nama Adam Deni dituduh sebagai dalangnya. Adam Deni pun mengambil langkah hukum setelah berkali-kali mendapatkan ancaman dan tuduhan dari Jerinx.

Sementara itu, Jerinx baru saja bebas dari penjara akibat menyebut IDI sebagai kacung WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) melalui Instagramnya. Tindakannya kala itu dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali hingga diproses secara hukum.

Jerinx dinyatakan bersalah dan dikenakan Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45A Ayat (2) atau Pasal 27 Ayat (3) jo Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 64 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Pada kasus tersebut, ia divonis satu tahun dua bulan penjara. Kemudian, kasus itu berlanjut ke tingkat kasasi, namun permohonannya ditolak. Pada kasus ini, Jerinx dibebaskan pada Selasa, 8 Juni 2021.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar