#peternak#jerami#beritalamsel

Jerami Pakan Alternatif di Musim Kemarau

( kata)
Jerami Pakan Alternatif di Musim Kemarau
Jerami Pakan Alternatif di Musim Kemarau. ilustrasi


Kalianda (Lampost.co) -- UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Palas-Sragi, Lampung Selatan, dorong peternak memanfaatkan jerami sebagai pakan altrenatif disaat musim kemarau. Pasalnya, hingga saat ini di kecamatan tersebut pemanfaatan jerami masih rendah.

Plt Kepala UPTD Puskeswan Kecamatam Palas-Sragi Iwan Ismunanto mengaku dalam menghadapi musim kemarau, jerami sangat efesien sebagai pakan alternatif. Bahkan, jerami yang sudah difermentasi memiliki nutrisi yang banyak.

"Justru lebih bagus jerami itu. Tapi, harus di fermentasi yang dicampuri amolase. Sehingga, jerami yang diberikan akan memiliki nutrisi yang banyak. Kalau hanya jerami saja hanya berfungsi untuk mengenyangkan hewan ternak dan nutrisinya rendah," kata dia, Minggu, 17 November 2019.

Menurut Iwan, di wilayah Kecamatan Palas saat ini pemanfaatan jerami masih sangat rendah. Dimana, dari sekitar 1.000 peternak sapi, hingga kini baru sekitar 10 persen peternak yang sudah menggunakan jerami sebagai pakan alternatif, itu pun tanpa melalu proses fermentasi atau amolase.

"Jangan salah pemanfataan jerami itu dinilai mampu menggantikan pakan rumput pada saat musim kemarau. Kecamatan Palas ini memiliki lahan persawahan 7.200 hektare, jadi potensi limbah jerami yang begitu besar bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak pakan ternak alternatif disaat musim kemarau," kata dia.

Iwan mengatakan, selama musim kemarau berlansung mayoritas peternak sapi di Kecamatan Palas mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pakan. Bahkan, para peternak hanya memberikan pakan sapi alakadarnya karena kesulitan mencari pakan rumput.

"Kalau saat musim kemarau ini bisa kita lihat sapi para peternak mengalami penurunan bobot timbangan. Hal ini disebabkan peternak hanya memberikan pakan seadanya. Saat musim kemarau rumput susah dicari," ujar Iwan.

Iwan mengaku pihaknya akan terus mendorong peternak agar dapat memanfaatkan jerami sebagai pakan alternatif. Sehingga, jerami di areal sawah tidak terbuang sia-sia dan petani ikut terbantu tanpa membakar jerami.

"Kami juga sudah berupaya memberikan sosialisasi kepada kelompok ternak. Bahkan, pada Musrenbangdes sudah saya sampaikan juga. Harapan kami kedepan, peternak di Palas dapat merubah mindset peternak untuk memanfaatkan jerami sebagai pakan ternak," kata dia.

Sementara itu, Nurdin, salah satu peternak sapi di Desa Bumirestu mengaku dirinya baru mengetahui bila pemanfaatan jerami sebagai pakan alternatif tersebut. Dia mengaku akan mencoba mempraktikan pengolahan jerami sebagai pakan alternatif.

"Ya, akan saya coba pemberian jerami sebagai pakan alternatif. Jika memang itu bisa membantu dalam menangani kesulitan pakan rumput, maka petani akan memanfaatkan jerami di lahan sawah yang begitu melimpah ketika memasuki panen," kata dia.

Setiaji Bintang Pamungkas








Berita Terkait



Komentar