#tkw#jenazah#lamtim#beritalampung

Jenazah TKW dari Taiwan akan Tiba di Pekalongan Pekan Ini

( kata)
Jenazah TKW dari Taiwan akan Tiba di Pekalongan Pekan Ini
Ilustrasi. (Dok.Lampost.co)


SUKADANA (Lampost.co)--Jenazah tenaga kerja Wanita (TKW) Indonesia asal Kabupaten Lamtim, Parinem (38), yang meninggal di Taiwan karena sakit, pada Rabu (5/12), diperkirakan akan tiba di kampung halamannya di Desa Ganti Warno, Kecamatan Pekalongan, pada akhir pekan ini.


Kepala Dinas Koperasi  UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Lamtim, Budiyul Hartono, Kamis (13/12/2018), kepada lampost.co, mengatakan, Parinem merupakan warga Desa Ganti Warno, Kecamatan Pekalongan, bekerja di Taiwan sudah sejak 2017 silam. Yang bersangkutan berangkat bekerja ke Taiwan tersebut melalui jalur resmi sesuai prosedure yang berlaku.

Pada Rabu (5/12/2018), Parinem dikabarkan meninggal dunia setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Taiwan. Parinem dikabarkan meninggal dunia akibat terserang penyakit virus darah.

Karena keberangkatan Parinem bekerja di Taiwan melalui jalur resmi, lanjut Budiyul, maka untuk pemulangan jenazahnya ditangani oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin) di Taiwan dan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), serta perusahaan penyalur tenaga kerja yang memberangkatkannya ke Taiwan.

Tadinya, tambah Budiyul, karena proses pemulangan jenazah tersebut memang membutuhkan proses yang panjang sehingga cukup memakan waktu, maka jenazah diperkirakan baru akan tiba di Kabupaten Lamtim paling lambat pada akhir Desember 2018.

Namun karena proses pengurusan pemulangan jenazah ternyata bisa lebih cepat dari perkiraan semula, maka jenazah Parinem tiba di Kabupaten Lamtim lebih cepat diperkirakan pada akhir pekan ini sudah bisa tiba di kampung halamannya, di Desa Ganti Warno, Kecamatan Pekalongan.

“Mungkin karena proses pengurusan untuk pemulangan jenazah itu bisa lebih cepat selesainya, maka diperkirakan jenazah Parinem sudah bisa tiba di kampung halamannya di Desa Ganti Warno, Kecamatan Pekalongan, pada akhir pekan ini. Mudah-mudahan hal ini tidak meleset lagi, sehingga jenazah bisa lebih cepat tiba di kampung halamannya,” tambah Budiyul. 

Djoni Hartawan Jaya








Berita Terkait



Komentar