#tkimeninggal

Jenazah TKI yang Meninggal di Brunei Sudah Tiba di Sekampungudik

( kata)
Jenazah TKI yang Meninggal di Brunei Sudah Tiba di Sekampungudik
Ambulans yang membawa TKI asal Sekampungudik, Lamtim, yang meninggal dunia di Brunei Darussalam. Dok.

Sukadana (Lampost.co) -- Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Bojong, Kecamatan Sekampungudik, Lampung Timur, Taufik Hidayat (29) yang sudah lima tahun bekerja sebagai sopir kendaraan berat di Brunei Darussalam meninggal dunia, Minggu, 9 Februari 2020, karena pendarahan di paru-paru (pulmonary edema and pulmonary hemorrhage). Jenazah almarhum sudah tiba di rumah duka, Rabu petang, 12 Februari 2020, dan telah dimakamkan oleh keluarganya pada hari itu juga.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja, Lamtim, Budiyul Hartono, didampingi Kasi Penempatan Tenaga Kerja, Barli Saputra Utama, mengatakan, Taufik sudah bekerja lima tahun lebih di Brunei Darusallam. Almarhum bekerja sebagai sopir kendaraan berat perusahaan Orientex Concrete di Bandar Seri Begawan.

Dia menjelaskan berdasarkan keterangan Kedutaan Besar RI di Bandar Seri Begawan, Brunei Darusalam, Taufik tiba-tiba jatuh dan pingsan saat sedang bekerja, Minggu, 9 Februari 2020. Oleh rekan-rekannya Taufik dibawa ke Rumah Sakit Raja Istri Pengiran Anak Saleha (RIPAS) di Bandar Seri Begawan untuk mendapatkan pertolongan.

"Namun, jiwanya tak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 02.46 waktu setempat. Menurut Rumah Sakit RIPAS, Taufik meninggal karena pendarahan di paru-parunya," katanya, Kamis, 13 Februari 2020.

Hal itu diperkuat hasil autopsi Pegawai Pemerintah Daerah Polis Brunei Muara.  Hasilnya menyatakan Taufik meninggal dunia karena masalah pendarahan di paru-parunya.

KBRI di Bandar Seri Begawan yang mendapat informasi mengenai adanya TKI asal Lampung Timur yang meninggal dunia atas nama Taufik Hidayat, langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk perusahaan tempat almarhum bekerja untuk proses pemulangan jenazahnya. Selain itu, KBRI juga berkoordinasi dengan orang tua almarhum di Desa Bojong, Kecamatan Sekampungudik.

Kemudian jenazah almarhum dipulangkan ke Indonesia pada Rabu, 12 Februari 2020, pukul 11.00 waktu Brunei Darusalam, menggunakan pesawat Royal Brunei Airlines dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

Selanjutnya, jenazah diterbangkan menggunakan pesawat Garuda Airlines dan mendarat di Bandara Radin Inten, pada pukul 16.25. Selanjutnya jenazah dibawa menggunakan ambulans ke kampung halamannya di Desa Bojong, Kecamatan Sekampung Udik.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar