#pembunuhan#kriminal#peristiwa

Jenazah Rampok yang Dibunuh Ayah dan Adik Kandung di Lamteng Diautopsi

( kata)
Jenazah Rampok yang Dibunuh Ayah dan Adik Kandung di Lamteng Diautopsi
Sejumlah tukang gali makam di TPU Kampung Rengas saat menggali makam Pirman Firdaus, Lampung Tengah, Kamis, 2 Juni 2022. (Lampost.co/Raeza Handanny Agustira)


Gunungsugih (Lampost.co) -- Polisi mengautopsi jenazah Pirman Firdaus bin Sahril untuk melengkapi berkas penyidikan perihal tewasnya almarhum yang dibunuh oleh ayah kandung dan adiknya pada 24 Maret 2022. Sesuai aturan berlaku, pihak penyidik kepolisian harus melakukan visum. Pada kasus ini, mayat korban sudah dimakamkan terlebih dahulu sebelum Satreskrim mengungkap kasus. Oleh sebab itu, tim forensik Polda Lampung turun dan mengautopsi untuk memeriksa penyebab kematiannya.


"Tujuannya supaya proses hukum berjalan sesuai aturan berlaku. Sebelumnya kami sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini. Yakni satu ayah dan dua adik dari almarhum Pirman Firdaus, peristiwa ini terjadi pada 24 Maret 2022," kata Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edy Qorinas di Mapolres Lamteng, Kamis, 2 Juni 2022. 

Di sisi lain, mantan Kepala Kampung Rengas, Tubi Suhaili, mengatakan autopsi itu dilakukan supaya penyebab kematian almarhum Pirman dapat terang benderang dan jelas.

"Supaya semuanya jelas, apa penyebabnya. Karena apa yang beredar di masyarakat mungkin berbeda dengan apa yang sesungguhnya terjadi," ujar Tubi.

Baca juga: Perampok Sadis di Lamteng Dibunuh Ayah dan Adik Kandung

Berdasarkan informasi yang dihimpun lampost.co dari sejumlah warga Kampung Rengas, Kecamatan Bekri, Lampung Tengah, beredar kabar Pirman Firdaus jatuh dari toren air. Saat dimakamkan aliran darah dari mayatnya tidak berhenti, mengucur dari bagian mata dan kepala. Warga enggan mempercayai Pirman terjatuh dari penyangga toren air. Sejumlah warga curiga meninggalnya tidak wajar. Berselang lima hari, polisi medapati fakta-fakta bahwa almarhum dibunuh. 

 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar