#kecelakaanmaut#beritalampung#jalantol

Jenazah Korban Maut Tol KM96 Disemayamkan 1 Jam di Metro

( kata)
Jenazah Korban Maut Tol KM96 Disemayamkan 1 Jam di Metro
Lampost.co/Djoni Hartawan Jaya

METRO (Lampost.co) –- Empat korban kecelakaan maut di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) KM 96-400 jalur B, Kecamatan Natar Lampung Selatan, Antonius Hadi Prayitno (40) dan istrinya Elisabeth Yoni (37), kemudian anaknya Mikael Dwi Surya (7) serta kerabat mereka Christiowati, sempat disemayamkan satu jam di rumah orang tua Elisabet Yoni di Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat.

Empat jenazah yang berada dalam tiga peti mati dan dibawa dengan tiga mobil ambulance itu tiba di rumah orang tua Elisabet Yoni, Jono, Sabtu, 19 Oktober 2019 sekitar pukul 18.30 wib.

Setelah disemayamkan dan didoakan bersama satu jam kemudian atau sekitar pukul 19.30 wib keempat jenazah yang berada dalam tiga peti kemudian dibawa ke Kotabumi Lampung Utara, untuk dimakamkan di sana.

Suasana haru nampak menyelimuti para pelayat yang memang sudah memenuhi rumah duka yang berada persis di sisi saluran irigasi yang membatasi Kelurahan Hadimulyo Timur dengan Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat itu.

Selain Jono dan istrinya Marta (orang tua Elisabet Yoni), keluarga, tetangga, handai taulan dan ratusan pelayat memang sudah memenuhi rumah duka sejak sore hari. Mereka dengan sabar menunggu kedatangan empat janazah tersebut dari Bandar Lampung yang akan disemayamkan dan didoakan bersama di rumah duka di Kelurahan Hadimulyo Timur sebelum dibawa ke Kotabumi Lampung Utara.

Bukan hanya orang tua Elisabet Yoni, Jono dan Marta, keluarga, handai taulan, tetangga dan ratusan pelayat yang sabar menunggu juga tak mampu menahan kesedihan mereka atas tragedi yang merenggut empat nyawa sekaligus itu.

Kesedihan itu semakin bertambah manakala para pelayat melihat dua korban selamat anak pasangan Atonius Hadi Prayitno dan Elisabet Yoni yaitu Pricilia dan adiknya Vania yang ikut menunggu kedatangan keempat jenazah tersebut.

Selanjutnya sekitar pukul 18.30 wib, tiga mobil ambulance dari Bandar Lampung tiba dirumah duka. Dari tiga mobil ambulance tersebut diturunkan tiga peti jenazah terdiri dari, satu peti berisi jenazah Antonius Hadi Prayitno dan putranya Mikail Dwi Surya, satu peti berisi jenazah Elisabet Yoni dan satu peti lagi berisi jenazah Kristiowati.

Keharuan dan kesedihan semakin bertambah saat keempat jenazah tersebut didoakan bersama secara agama katolik. Suasana hening mengiringi lantunan doa yang dibacakan selama hampir satu jam. Kedua orang tua kerabat, tetangga, bahkan para pelayat nampak tak sanggup menahan kesedihan mereka.

Setelah satu jam disemayamkan dan didoakan bersama, sekitar pukul pukul 19.30 wib, keempat jenazah di dalam tiga peti mati itu kemudian diangkat dan dimasukkan ke dalam tiga mobil ambulance untuk dibawa ke Kotabumi Lampung.

Beberapa saat sebelum keempat jenazah diberangkatkan nampak terlihat datang melayat di rumah duka, Dirlantas Kombes Chiko yang mewakili Kapolda Lampung beserta jajarannya, jajaran Satlantas Polres Lamsel dan Metro, perwakilan Jasa Raharja Lamsel dan Kota Metro.

Selain menyampaikan ucapan belasungkawa langsung kepada orang tua Elisabet Yoni, yaitu Jono dan istrinya Marta, Dirlantas Polda Lampung Kombes Chiko juga sempat menghibur dua bocah korban selamat Pricilia dan adiknya Vania.

Disamping itu bersama dengan perwakilan Jasa Raharja, Kombes Chiko juga ikut menyerahkan secara simbolis santunan kepada ahli waris yang diterima oleh ibu dari Elisabet Yoni, Marta.

Djoni Hartawan Jaya

Berita Terkait

Komentar