#muatanberlebih#jembatantimbang#jtts

Jembatan Timbang Dipasang di Tol Menjaring Kendaraan Bermuatan Lebih

( kata)
Jembatan Timbang Dipasang di Tol Menjaring Kendaraan Bermuatan Lebih
Foto: Dok


Kalianda (Lampost.co): PT Hutama Karya (Persero) akan mengoperasikan teknologi mesin weight in motion (WIM) untuk menindak kendaraan over dimension overload atau bermuatan lebih di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Kepala Cabang JTTS ruas Bakauheni--Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Hanung Bramantio, mengatakan pemasangan mesin timbangan di Gerbang Tol Bakauheni Selatan itu, untuk mengatur kedisiplinan pengemudi maupun pemilik barang agar tidak mengangkut muatan berlebih. Selain menjaga keselamatan dan menjaga aset jalan tol agar tidak rusak sebelum waktunya. 

"Sampai saat ini kami masih sosialisasi. Pengoperasiannya dijadwalkan minggu pertama bulan Juli," kata Hanung saat dihubungi, Kamis, 25 Juni 2020.

Menurut Hanung, mesin timbangan bebas muatan berlebih itu nantinya akan menjaring kendaraan pengangkut yang melebihi batas muatan. Dengan begitu, kendaraan tidak bisa melakukan taping pada gerbang masuk tol, sehingga disarankan untuk keluar dari gerbang tol terdekat.

"Jika kendaraan tidak mau keluar, maka akan dikenakan denda 2 kali jarak terjauh. Sesuai sesuai PP No.15 Tahun 2005," kata dia.

Menurutnya cukup banyak kecelakaan yang terjadi di jalan tol yang disebabkan kendaraan berat yang memiliki kecepatan rendah dan tidak sesuai dengan standar muatan yang ditentukan untuk beroperasi di jalan raya.

"Upaya yang telah dilakukan PT Hutama Karya (Persero) melalui penerapan alat WIM ini merupakan langkah penting kami di BPJT Kementerian PUPR untuk bersama-sama seluruh BUJT dan seluruh stakeholder bekerja sama untuk mengelola dan menertibkan pola kendaraan barang agar keselamatan berkendara masyarakat dan aset jalan tol terjaga," kata dia.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar