#jembatanambrol#jembatanrusak#beritalamsel

Jembatan SPP Pulautengah Ambrol, Akses Petani ke Sawah Terputus

( kata)
Jembatan SPP Pulautengah Ambrol, Akses Petani ke Sawah Terputus
Beberapa warga saat melihat jembatan penyeberangan saluran SPP Desa Pulautengah, Kecamatan Palas, yang ambrol. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co):Jembatan akses penyeberangan saluran pembuangan primer (SPP) Desa Pulautengah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, ambrol. Akibatnya, petani setempat kesulitan untuk mengangkut hasil pertanian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, jembatan dengan panjang sekitar 26 meter dan lebar 1,5 meter itu ambrol sepanjang 3 meter. Sedangkan, sisanya kondisi jembatan sudah darurat.

Seperti yang diungkapkan, Simin, salah satu petani Desa Pulautengah mengaku jembatan penyeberangan akses pertanian desa setempat ambrol pada Minggu, 3 November 2019,lalu. Akibatnya, saat ini petani kesulitan untuk menuju areal persawahan mereka.

"Jembatan itu ambrol empat hari yang lalu. Memang selama ini jembatan itu sudah darurat sejak tiga tahun terakhir. Namun, tidak pernah tersentuh perbaikan," kata dia, Kamis, 7 November 2019.

Untuk menuju areal persawahan, kata Simin, petani harus memutar melintasi tanggul ke areal Desa Mekarmulya dengan jarak tempuh sekitar empat kilometer. Dengan jembatan itu ambrol, biaya angkut hasil pertanian dipastikan naik drastis.

"Kalau mau kesawah harus memutar lewat tanggul menuju areal persawahan Desa Mekarmulya. Lumayan jauh untuk menuju kesawah. Saya yakin, kalau pas panen biaya angkut padi akan naik," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pulautengah Sarno Utomo mengaku jembatan yang dibangun sekitar 2007 itu sudah darurat sejak tiga tahun terakhir. Hal itu dipicu kerap diterjang banjir dari Sungai Way Sekampung.

"Memang sudah darurat. Sering diterjang banjir dan Kontruksinya kurang bagus. Nah, sekarang ini jembatan itu ambrol dan tidak bisa dilewati. Bukan petani di desa kami, tapi ada pula petani asal Desa Palasjaya," kata dia.

Menurut Sarno, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum mengenai ambrolnya jembatan itu. Sebab, jembatan itu bukan wewenang Pemerintah Desa.

"Coba nanti kami usulkan ke Dinas PU Lamsel, apakah memang bisa desa yang memperbaiki atau Dinas PU Lamsel bisa memperbaikinya. Karena jembatan itu akses utama petani setempat dalam mengangkut hasil pertanian," kata dia.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar