JembatanAmbrol

Jembatan Bendungan Palaspasemah Diperbaiki Tanggap Darurat

( kata)
Jembatan Bendungan Palaspasemah Diperbaiki Tanggap Darurat
Jembatan penyeberangan bendungan di Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat diperbaiki Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) Lampung, beberapa hari yang lalu. Armansyah


KALIANDA (Lampost.co) -- Jembatan penyeberangan bendungan di Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, akhirnya diperbaiki Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) Lampung. Jembatan yang kondisinya rusak tersebut diperbaiki menggunakan anggaran tanggap darurat. 

Berdasarkan pantauan Lampost.co, jembatan penyebrangan menuju areal persawahan desa setempat diperbaiki bagian pagar pembatas, dan lantai. Jembatan itu diperbaiki lantaran dalam waktu dekat akan memasuki musim panen.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penguji Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Palas Selamet mengatakan jembatan pertanian yang dikeluhkan masyarakat sejak dua tahun belakangan itu telah diperbaiki sementara oleh BBWSMS Lampung. Perbaikan itu karena kondisi jembatan sangat memprihatinkan dan membahayakan petani setempat. 

"Jembatan itu sudah diperbaiki oleh BWSMS pada akhir November lalu. Dimana, pihak BBWSMS memperbaiki pagar dan lantai. Perbaikan itu dilakukan dengan menggunakan anggaran tanggap darurat," kata dia, Jum'at (05/12/2019).

Selamet menjelaskan perbaikan melalui tanggap darurat itu hanya sebatas perbaikan pada bagian jembatan yang telah mengalami kerusakan, seperti pagar pembatas dan lantai yang alami kerusakan. Meski demikian, pihaknya tetap mengusulkan perbaikan kepada BBWSMS agar kedepannya jembatan sepanjang 20 meter yang membentang dialiran Sungai Way Pisang itu diperbaiki secara menyeluruh atau secara permanen.

"Iya ini memang perbaikan hanya tanggap darurat. Artinya diperbaiki hanya bagian yang rusak. Hal ini dilakukan untuk mengejar musim panen padi. Namun, kedepannya kami tetap mengusulkan perbaikan jembatan secara permanen atau diganti dengan cor beton," ujarnya.

Yayan (43) salah satu warga Desa Palaspasemah mengaku bersyukur jembatan yang kerap memakan korban itu telah mendapat perbaikan. Dimana, sebelumnya beberapa bagian lantai jembatan yang jebol dan pagar yang terlepas kini sudah diganti dangan plat besi yang baru.

"Ya, Kami sangat bersyukur jembatan ini sudah diperbaiki. Sebab, pada saat musim panen saat ini jembatan ini sangat dibutuhkan oleh petani. Apalagi para jasa ojek padi saat musim panen," kata dia.

Sebelumnya, Kondisi jembatan penyeberangan bendungan di Desa Palaspasemah, memprihatinkan. Akses transportasi utama bagi petani itu kondisinya rusak. Keropos. Jembatan justru membahayakan pelintas.

Diketahui, jembatan penyeberangan itu memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebar 1,5 meter yang membentang di atas Bendungan Desa Palaspesemah. Sebagian pagar pembatas hilang dan lantai jembatan mengalami pengeroposan.

Rusmini (52), salah satu petani setempat, mengatakan jembatan itu merupakan akses menuju lahan persawahan desa setempat. Kondisi jembatan penyeberangan itu rusak sejak tiga tahun terakhir.

"Kondisinya sangat memprihatinkan, Mas. Separuh pagar pembatas sudah hilang dan lantai yang terbuat dari plat besi juga sudah mengalami pengeroposan. Saya saja kalau lewat sangat takut," kata dia. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar