#haji#umrah#kemenag

Jemaah Haji Sakit Didominasi Faktor Kelelahan

( kata)
Jemaah Haji Sakit Didominasi Faktor Kelelahan
Kepala Puskes Haji Kemenkes RI, Budi Syilvana. (Lampost.co/Sobih AW Adnan)


Makkah (Lampost.co) -- Prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang berlangsung pada pekan lalu menyebabkan banyak jemaah asal Indonesia jatuh sakit akibat kelelahan.  

Kepala Pusat Kesehatan (Puskes) Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Budi Sylvana mengimbau agar jemaah menyesuaikan aktivitasnya selama di Makkah maupun Madinah. Apalagi, angka kematian dalam tiga hari terakhir cenderung tinggi.

“Ini masih lanjutan jemaah yang mengalami kelelahan pasca-Armuzna. Kuncinya adalah kita harus menjaga jemaah agar jangan terlalu kelelahan. Aktivitasnya harus disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing jemaah,” jelas Budi di Jeddah, Jumat, 15 Juli 2022.

“Insyaallah kesehatan jamaah akan membaik dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Baca juga: Kesehatan Jemaah Haji Dipantau Selama 21 Hari Setiba di Tanah Air

Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat pada 11 Juli 2022 mencapai lima orang. Angka ini turun pada 12 Juli 2022 menjadi dua orang, lalu naik lagi sehari berikutnya hingga tujuh orang dalam satu hari. Pada 14 Juli 2022, ada dua jemaah haji Indonesia yang wafat. 

“Total sampai dengan sore ini ada 52 jemaah haji yang wafat. Kami imbau jemaah untuk memperbanyak istirahat dan menyesuaikan aktivitasnya dengan kondisi fisiknya. Semoga ke depan jemaah akan semakin sehat, amin,” harapnya.

Masih berdasarkan Siskohat, mayoritas jemaah wafat tahun ini disebabkan Cardiovascular Diseases. Dari 52 jemaah yang wafat, tercatat ada 31 jemaah yang wafat karena penyakit jantung. Di urutan berikutnya ada Respiratory Diseases (6 orang), dan Neoplasms (4 orang).

 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar