#beritalampung#beritalamteng#ekbis

Jelang Nataru Harga Cabai di Pasar Bandarjaya Meroket

( kata)
Jelang Nataru Harga Cabai di Pasar Bandarjaya Meroket
Lela pedagang cabai di Pasar Bandarjaya. Lampost.co/Tedjo Waluyo


Gunungsugih (Lampost.co): Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru), harga bumbu dapur yakni cabai mengalami kenaikan di Pasar Bandarjaya Plaza, Lampung Tengah.

Lela, seorang pedagang bumbu dapur mengatakan fenomena kenaikan harga sembako merupakan hal yang lumrah terjadi di setiap penghujung tahun. Namun, hal tersebut menjadi keresahan bagi pedagang maupun masyarakat.

Lela mengatakan semua bahan pangan mengalami kenaikan harga menjelang Nataru tahun ini. Contohnya cabai rawit mengalami kenaikan harga hampir 100 persen atau dua kali lipat dari harga semula.

Baca juga: 1.053 Petugas Dikerahkan di Pelabuhan Bakauheni Saat Libur Nataru

"Cabai rawit tadinya berkisar harga Rp20-25 ribu per kilo, sekarang sudah Rp40 ribu perkilonya. Sementara cabai merah naik Rp5 ribu per kilo dari semula Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per kilo. Naiknya ini lebih tinggi dari pada akhir tahun lalu," kata Lela, Senin, 12 Desember 2022.

Dia mengatakan kenaikan harga yang meroket tersebut dirasa sangat membebani masyarakat dan pedagang. "Harga mahal seperti ini ya susah, penjualan kita juga jadi berkurang karena masyarakat jadi jarang beli," kata Lela.

Lela menjelaskan kenaikan harga tersebut dipicu dari langkanya pasokan cabai akibat hasil panen baik dari petani lokal maupun luar daerah yang dianggap berkualitas buruk.

Selain harga cabai. Kenaikan harga juga dialami bawang merah, bawang putih, serta kedelai, beras, dan telur ayam ras.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar