#pesisirbarat

Jelang Iduladha, Dinas Ketahanan Pangan Pesibar Awasi Ketat Hewan Ternak 

( kata)
Jelang Iduladha, Dinas Ketahanan Pangan Pesibar Awasi Ketat Hewan Ternak 
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pesibar mengecek hewan ternak untuk mengantisipasi virus PMK di kabupaten itu, Sabtu, 4 Juni 2022. (Dok Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pesibar)


Krui (Lampost.co) -- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pesisir Barat (Pesibar) mengawasi ketat hewan ternak menjelang Iduladha 1443 Hijriah. Hal itu untuk mengantisipasi virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang belakangan menjangkiti di sejumlah wilayah Lampung. 


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pesibar, Unzir M, mengungkapkan dalam upaya mencegah adanya hewan ternak yang terpapar PMK, pihaknya telah mengantisipasi dengan mengedukasi para peternak.
 
"Tentang cara-cara  meminimalisasi potensi PMK. Kami juga mengawasi ketat lalu lintas hewan ternak di pos cek point kami," kata Unzir melalui telepon, Sabtu, 4 Juni 2022. 

Pihaknya juga menginstruksikan petugas lapangan untuk mengecek, mewaspadai, dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Unzir melanjutkan hingga kini belum ada temuan hewan ternak seperti sapi, kambing, dan kerbau, yang mengidap virus PMK. Dia menyatakan untuk vaksinasi hewan tersebut pihak terkait masih menunggu bantuan pengiriman  dari pemerintah pusat. 

"Di Pesibar sampai saat ini tidak kami temukan ternak yang terpapar PMK. Untuk vaksinasi, kami masih menunggu bantuan obat vaksin dari Kementan," ujar Unzir. 

Dia menjelaskan sapi di Pesibar rata-rata dipelihara langsung masyarakat. Pihaknya juga tidak memfokuskan pemantauan pada satu wilayah saja. Unzir menyebutkan hingga kini Pesisir Selatan memiliki populasi ternak sapi yang cukup banyak. Dia mencatat, saat ini di Pesibar terdapat 9.892 ekor sapi, 607 kerbau, 7.357 kambing, 1.050 domba, dan 802 ekor ternak babi. 

 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar