#refleksi#vorus-corona#konjen-tiongkok#weekend

Jawaban Qiu Weiwei

( kata)
Jawaban Qiu Weiwei
Ilustrasi Pixabay.com

KORAN ini mendapat kehormatan dikunjungi Konsul Jenderal (Konjen) RRT untuk wilayah Sumatera, Qiu Weiwei, Rabu (4/3). Dipilihnya Lampung Post dalam salah satu kunjungan kerjanya ke Bumi Ruwa Jurai karena koran di bawah payung Media Group News (Media Indonesia, Metro TV, Medcom.id) secara konsisten menerbitkan liputan Imlek, dan program Metro Xinwen yang ditayangkan di Metro TV sejak 2000 lalu.

Sembari minum teh di news room, sore hari itu, Qiu Weiwei menikmati tayangan Metro Xinwen, liputan Imlek, serta menerima cendera mata berupa buku Tionghoa Membangun Peradaban Lampung hasil karya wartawan Lampung Post tahun 2016. “Karya jurnalistik ini merekatkan hubungan dua negara yakni RRT dan Indonesia,” kata Qiu Weiwei.

Selama satu jam setengah di dapur redaksi Lampung Post, Konsul Jenderal yang baru tujuh bulan bertugas di Indonesia berharap pemerintahan di Lampung bisa meningkatkan kerja sama di berbagai bidang pendidikan, ekonomi, pertanian, dan kebudayaan. Qiu Weiwei juga mengapresiasi Lampung yang memiliki keindahan alam dengan penduduk yang ramah.

Tanpa  sungkan, Konsul menjawab semua pertanyaan awak redaksi, termasuk upaya pencegahan mewabahnya penyakit mematikan terinfeksi virus corona baru atau Covid-19. Virus yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok itu, pada April nanti dipastikan mereda. Penderitanya banyak dinyatakan sembuh. Bahkan pusat perekonomian mulai beraktivitas.

Untuk mencegah virus, setiap harinya, Tiongkok memproduksi masker 100 juta per hari. Dan cara paling efektif mencegah penularan virus korona dengan gaya hidup sehat dan bersih. Jika ada yang terinfeksi langsung diisolasi di rumah sakit agar segera diobati.

Tiongkok adalah negara maju. Negeri Tirai Bambu itu mengembangkan bidang pendidikan dan kebudayaan, pengembangan usaha, pertahanan dan keamanan. Sehingga negara di dunia ikut merasa prihatin ketika corona mewabah bahkan mematikan ribuan anak manusia di berbagai negara.

Konsul Qiu Weiwei didampingi Sekretaris PSMTI Lampung Steven Cheng mengatakan hingga kini, 170 pemimpin negara termasuk Presiden Jokowi menyatakan dukungan terhadap Tiongkok agar negeri panda ini mampu segera mengatasi penyebaran virus yang mematikan itu.

Dengan sistem politik dan kekuatan militer yang hebat, hari ini Tiongkok mampu melahirkan berbagai teknologi dan inovasi di bidang manufaktur. Tidak heran jika Tiongkok jadi negara berkekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Jika tidak segera dicarikan vaksinnya, Covid-19 akan menambah buruk perekonomian dunia. Siap-siap terjadi resesi ekonomi!

Tiongkok adalah negara maju. Negeri Tirai Bambu itu mengembangkan bidang pendidikan dan kebudayaan, pengembangan usaha, pertahanan dan keamanan.

Jika isu virus corona tidak dikelola dengan baik, pasar ekonomi tidak akan terkendali. Hari ini saja, ada kepanikan dan spekulasi. Sebagian besar warga di belahan dunia ramai-ramai memborong makanan di pusat belanja. Harga masker menjadi isu tidak sedap karena mahal dan langka.

Harga masker tadinya Rp25 ribu per kotak isi 50 buah. Kini naik selangit Rp350 ribu. Lebih dahsyat lagi, akibat virus corona, Arab Saudi menutup sementara waktu negaranya serta tidak menerbitkan visa. Bahkan, Arab Saudi menangguhkan kedatangan warga negara asing termasuk Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah umrah dan mengunjungi Masjid Nabawi.

***

Berita penangguhan dari Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi, Abdulaziz bin Wazzan itu agar negaranya tidak dimasuki wabah Covid-19.  Entah sampai kapan, Kota Suci Mekah dan Madinah tidak boleh didatangi muslim dari seluruh dunia. Kamis (27/2) sore itu, sekitar 2.000 jemaah umrah tertahan di bandara internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, karena sikap tegas Arab Saudi terhadap virus corona.

Mewabahnya corona sudah menyentuh kepentingan ibadah ke Tanah Suci. Umat Islam minta pemerintah melakukan negosiasi kepada Arab Saudi agar jemaah tetap berangkat kendati harus dijadwal ulang. Saatnya pemerintah menghadapi uji nyali agar melindungi rakyat akibat kebijakan Arab Saudi. Pengumuman itu mendadak serta menimbulkan kepanikan di bandara.

Virus corona harus mereda! Antisipasi penyebaran dengan memperketat masuknya warga negara asing dan warga Indonesia yang baru kembali dari luar negeri. Semua pintu masuk kedatangan baik di bandara maupun di pelabuhan harus siap siaga. Aturan itu ternyata tidak berlaku di Pelabuhan Bakauheni di Lampung.  Alat deteksi di situ tidak bekerja alias mati total.

Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) garang dan terang-terangan memperingatkan agar dunia mengibarkan bendera perang melawan virus corona. Penderita yang terinfeksi lebih banyak di luar Tiongkok daripada di dalam Negeri Tirai Bambu itu sendiri. Strategi Tiongkok mengarantina dan membatasi perjalanan rakyatnya berminggu-minggu terlihat ada hasilnya.

Virus corona harus mereda!

Harusnya Indonesia bersikap tegas dan tidak mendua. Negara juga harus hadir ketika 238 warga Indonesia berada di Tiongkok untuk minta pulang. Sebelum kumpul dengan keluarga, mereka dikarantina selama dua minggu di Natuna memastikan tidak terinfeksi virus corona. Ini langkah konkret.

Terakhir adalah keputusan memulangkan 188  warga Indonesia yang bekerja di kapal pesiar World Dream. Sebelum pulang, mereka menjalani observasi di Pulau Sebaru. Ini juga keputusan bijak agar virus corona tidak menjalar ke mana-mana. Tapi Indonesia masih tetap saja kebobolan juga.

Dua anak bangsa terpapar Covid-19. Warga Depok itu bersentuhan warga Jepang sehingga harus menjalani perawatan agar tidak berjatuhan korban lebih banyak lagi seperti negara lain. Sebagai cinta kebersihan, sudah jauh hari mengampanyekan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Kini apa hasilnya? Uang rakyat triliunan rupiah dihabisi untuk germas.

Dengan menjaga kebersihan, olahraga yang cukup, makanan bergizi, minum air ditambah vitamin serta imunitas tubuh dapat mencegah menjalarnya virus corona. Virus ini dapat lenyap manakala dimulai dari diri sendiri. Selalu mencuci tangan menggunakan sabun. Jika tidak ada air bisa menggunakan hand sanitizer. Mudah sekali menjaga hidup sehat.

Apalagi kekayaan sumber daya alam nabati berlimpah, anak-anak bangsa tidak meninggalkan ramuan minuman tradisional kendati obat berbahan kimia. Bahan rempah-rempah seperti kunyit, jahe, temulawak, bawang, dan lainnya dapat menghambat masuknya virus ke dalam tubuh termasuk corona. Saatnya melawan penyakit dengan ramuan tradisional!  ***

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar