#Pupuksubsidi

Jatah Pupuk Subsidi di Mesuji Dikurangi 50 Persen

( kata)
Jatah Pupuk Subsidi di Mesuji Dikurangi 50 Persen
Ilustrasi. Dok. MI


Mesuji (Lampost.co) -- Jatah pupuk subsidi Kabupaten Mesuji tahun 2021 mengalami penurunan drastis. Akibatnya, sejumlah petani mengeluh karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pada musim tanam.

Kepala Dinas Pertanian Mesuji, Pariman mengatakan pada tahun lalu, Mesuji mendapatkan pupuk bersubsidi sebanyak 36.000 ton. Sedangkan tahun ini hanya 17.000 ton.

"Itu sudah kebijakan pemerintah pusat. Luas tanam Mesuji saat ini seluas 34.000 hektare," kata Pariman, Jumat, 5 Februari 2021.

Pariman menambahkan jika saat ini pihaknya mendapatkan keluhan dari petani. Karena dengan luas tanam mencapai 34.000 hektare, penyuluh pertanian lapangan (PPL) jumlahnya tidak memadai.

"Saya sudah usulkan penambahan PPL sebanyak 20 orang, namun belum disetujui oleh DPRD," terangnya.

Saat ini, jumlah PPL di Mesuji ada sekitar 25 orang saja. Padahal sesuai dengan UU nomor 16 tentang penyuluhan, idealnya PPL ada di setiap desa yakni 105 dari 7 kecamatan di Mesuji.  

Warso, petani dari Desa Wonosari, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk, terutama urea.

"Kemarin-kemarin kami sangat sulit mendapatkan pupuk Nitrogen Phospor dan Kalium (NPK), nah sekarang Urea (NH2 CONH2). Kami berharap pemerintah bisa menjamin itu agar masa tanam kami ini tidak mengalami kegagalan," tutur Warso.

Winarko







Berita Terkait



Komentar