#inkindo

Jasa Konsultan Pacu Geliat Pembangunan Lampung

( kata)
Jasa Konsultan Pacu Geliat Pembangunan Lampung
Sekretaris Jenderal Inkindo Darmadjaja bersama Sekprov Lampung Fahrizal Darminto membuka Musyawarah X INKINDO Provinsi Lampung di Hotel Emersia, Selasa, 17 Mei 2022. Lampost.co/Atika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) terus mendorong untuk berkontribusi dalam pembangunan Provinsi Lampung. Untuk itu asosiasi perusahaan jasa konsultan itu melakukan penguatan profesionalisme anggota dalam menyikapi dinamika regulasi jasa konstruksi dan konsultasi agar dioptimalkan.


"Adapun 92 persen anggota Inkindo Lampung masuk kelas kecil. Ke depan pihaknya mendorong agar konsultan kelas kecil dan menengah bisa saling bekerja sama melakukan pekerjaan antar perusahaan agar bisa terus berkembang," kata Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Nasional INKINDO, Darmadjaja, saat Musyawarah X Inkindo Provinsi Lampung di Hotel Emersia Bandar Lampung, Selasa, 17 Mei 2022.

Menurutnya, konsultan di Lampung terus didorong untuk berkolaborasi agar bisa bersaing dengan dari luar, seperti Singapura, Malaysia, dan sebagainya.

"Harapan kami irjen Bina Konstruksi dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) memperhatikan konsultan agar bisa terus berkarya dan berdaya. Jumlah konsultan di Indonesia ada 6.584 tetapi ketika pandemi kemarin tinggal 4.800. Sementara di Lampung ada 166 konsultan," papar dia.

Dia juga meminta Gubernur Lampung untuk membuatkan SK agar bisa melindungi konsultan kelas kecil dan mengajak untuk kerja sama.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, mengatakan sinergiritas dengan semua pihak terus dilakukan guna mengoptimalkan semua potensi untuk memaksimalkan pembangunan yang ada.

"Kami berharap bisa melanjutkan sinergi yang terbentuk dan merapatkan barisan menyambut peluang baru," katanya.

Menurut dia, Inkindo Lampung sebagai wadah para konsultan yang bisa memberikan kontribusi pembangunan dan menjadi mitra pemerintah. "Ke depan kita sama-sama menjawab tantangan globalisasi, new normal, dan mendorong produk dalam negeri menjadi prioritas," katanya

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar