#solar

Jasa Ekspedisi di Lampung Turut Terdampak Akibat Solar Langka

( kata)
Jasa Ekspedisi di Lampung Turut Terdampak Akibat Solar Langka
Antrean kendaraan mengular untuk mengisi BBM Solar di SPBU Jalan Gatot Subroto, Bandar Lampung, Jumat, 25 Maret 2022. (Lampost.co/Triyadi Isworo)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Industri ekspedisi di Provinsi Lampung ikut terdampak kelangkaan solar langka dan susah didapatkan. Kalaupun ada, perlu antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umun (SPBU) untuk mendapatkan solar.

Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Provinsi Lampung, Syarifuddin mengatakan kelangkaan solar berdampak kepada pelaku usaha ekspedisi logistik darat.

"Jelas berdampak bagi kami. Dimana-mana antrean panjang untuk dapat solar di SPBU," katanya ditemui di SPBU Jalan Gatot Subroto, Bandar Lampung, Jumat, 25 Maret 2022.

Menurut Syarifuddin, salah satu dampaknya yakni menghambat proses pengiriman barang dari Lampung menuju Jakarta dan sebaliknya. Selain itu, untuk pengiriman barang ke15 kabupaten/kota. Kemudian, waktu tempuh semakin lama karena harus menunggu di SPBU berjam-jam. Selanjutnya, pendapatan juga berpengaruh karena merugi akibat solar langka.

"Kemarin ibu-ibu yang antre minyak goreng langka. Sekarang bapak-bapak yang mengantre nyari minyak BBM jenis solar," ujarnya.

Syarifuddin berharap persoalan solar bisa segera ditangani. Apalagi, sebentar lagi menyambut Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, pasti mobilitas kendaraan akan semakin tinggi dan memerlukan bahan bakar yang banyak.

"Kami berharap pemerintah cepat mencarikan solusinya. Duduk bersama legislatif, eksekutif dan pertamina mengurai persoalan ini. Karena solar sangat dibutuhkan," katanya.

Baca juga: Solar Langka, Truk Mengular di Tiap SPBU Bandar Lampung

Sementara itu Supervisor Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Haris Yanuanza mengatakan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel hanya sebagai operator. Pihaknya ditugaskan untuk mendistribusikan BBM jenis tertentu (JBT) berupa bio solar sesuai dengan kuota yang sudah di tetapkan oleh Pemerintah melalui BPH Migas. 

"Hingga saat ini, distribusi Bio Solar di Lampung masih jalan terus. Tentunya penyalurannya berdasarkan kuota yang sudah ditetapkan," ujar Haris.

Untuk di Lampung kuotanya, 1,4 juta liter/hari. Jelang bulan ramadan dan hari raya idulfitri pihaknya juga memprediksi mobilitas dan kebutuhan akan BBM meningkat di masyarakat.

"Hal itu jadi perhatian kami, tentu kami akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam menjaga pendistribusian BBM berjalan lancar," kata Haris. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar