#LAMPUNG

Januari-November 2022, Tercatat 2.810 Titik Panas di Lampung

( kata)
Januari-November 2022, Tercatat 2.810 Titik Panas di Lampung
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung mencatat sejak Januari hingga November 2022, ditemukan 2.810 titik panas (hotspot) yang tersebar di Provinsi Lampung.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah mengatakan dari 2.810 titik hotspot, yang paling mendominasi di antaranya di Lampung Selatan sebanyak 1.032 titik, Way Kanan 517 titik, Tulangbawang 361 titik dan Lampung Timur 306 titik.

"Untuk daerah Lampung Selatan paling mendominasi di kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) karena beberapa kali terpantau terjadi aktivitas yang menimbulkan hotspot," kata Yanyan, Minggu, 27 November 2022.

Selanjutnya untuk daerah lain, merupakan kawasan yang mayoritas terdapat lahan hutan. "Adapun untuk yang titik yang tertinggi terjadi dari Juli hingga September dan yang terendah adalah di Januari dan untuk kejadian rata-rata terjadi pada siang hingga sore hari," kata dia.

Sementara untuk kebakaran hutan tercatat sebanyak 6.122 hektare hingga November 2022. "Karena titik panas (hotspot) belum tentu kebakaran hutan, sehingga titik panas lebih banyak dibandingkan jumlah kebakaran hutan," jelas dia.

Ia mengatakan kawasan hutan yang terbakar, terjadi di daerah Lampung Timur yakni di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dengan luas lahan yang terbakar 5.697 ha.

"Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan periode yang sama, saat ini Lampung mengalami penurunan baik temuan titik panas dan kebakaran hutan. Untuk hotspot pada 2021 sebayak 3.345 titik dengan luas kebakaran sebanyak 5.412 ha," kata dia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar