#penipuan#feeproyek

Janjikan Proyek, Eks Pejabat PUPR Lamsel Dipolisikan

( kata)
Janjikan Proyek, Eks Pejabat PUPR Lamsel Dipolisikan
Fee proyek. Ilustrasi


Kalianda (Lampost.co) -- Mantan Kepala Bidang Dinas PUPR Lampung Selatan (Lamsel) berinisial RS dan pimpinan redaksi dari salah satu media massa di Lamsel, inisial E, dilaporkan ke polisi.

Keduanya diadukan Antonius (38), warga Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, atas dugaan penipuan menjanjikan proyek dengan syarat menyerahkan fee proyek Rp1,25 miliar. 

Dalam perjanjian itu, korban Antonius sempat mempertanyakan kepada dua orang tersebut terkait uang yang pernah diserahkannya. Kedua terlapor menyatakan uang tersebut telah disetorkan kepada Bupati Lamsel. 

"Bukti serah terima uang antara saya dan RS ada lengkap, bukti percakapan antara E dan Bupati kami juga pegang. Bukti obrolan suara antara saya dan orang yang saya laporkan pun ada saya pegang semua," kata Anton, Rabu, 14 April 2021. 

Dia menceritakan, penipuan itu berawal pada Agustus 2019 saat korban Antonius menyerahkan uang sebesar Rp1,25 miliar kepada RS, yang kemudian diteruskan kepada E dan P yang dinilai sebagai orang kepercayaan Bupati Lamsel yang diperintahkan mengumpulkan uang setoran proyek di Lamsel. 

Korban dijanjikan RS mendapatkan pekerjaan di Lamsel. Namun, janji itu ternyata tidak pernah terealisasi. "Saya sudah temui mereka untuk meminta uang saya dipulangkan, tetapi E menjawab uangnya sudah di Bupati yang diserahkan melalui kakaknya bupati," ujarnya. 

Atas kasus itu, Bupati Lamsel, Nanang Ermanto belum dapat memberi jawaban.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar