#kades#janjipolitik#tajuk

Janji Politik Kades 

( kata)
Janji Politik Kades 
Foto Dok Lampost.co

KEBIJAKAN Pemerintah Pusat yang menaikkan anggaran Dana Desa hampir dua kali lipat membuat jabatan kepala desa makin diburu. Anggaran desa yang disalurkan pusat saat ini bahkan dapat melebihi Rp1 miliar per tahun per desa.  

Pada 2015, anggaran Dana Desa adalah Rp20 triliun, pada 2016 Rp47 triliun, dan pada 2017 Rp60 triliun. Provinsi Lampung mendapat kucuran Dana Desa Rp2,4 triliun pada 2019 untuk 2.450 desa yang ada di Bumi Ruwa Jurai.

Maka tidak heran, saat pemilihan desa serentak di Lampung Selatan, kontestasinya ada yang pasangan suami-istri. Fenomena perebutan kekuasaan di dalam keluarga untuk jabatan kades itu menandakan kian seksinya jabatan ini. 

Untuk merebut kekuasaan kepala desa, tentu sang empu punya tim sukses. Tim sukses ini yang membantu calon kades turun ke rumah-rumah warga untuk sosialisasi pemilihan kades.  Harapannya, kades yang diusung bisa dipilih warga kampung. 

Setelah terpilih, kades menepati janji politiknya untuk memberikan jabatan timses di desa. Dalih penyegaran agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal, menjadi alasan paling dominan yang dilontarkan kades terpilih.

Tim sukses dan janji politik jadi dua hal yang berkaitan.  Tim sukses menjadi aparatur desa pendukung kades terpilih memang tidak salah. Aparatur desa lama dapat diberhentikan, memang dibolehkan, misal aparatur desa lama tidak produktif.  

Belakangan muncul fenomena tujuh sekretaris desa Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mundur berbarengan. Para sekdes meletakkan jabatan karena tidak cocok dengan kades masing-masing. Keputusan mereka diikuti perangkat desa lainnya.  

Tujuh sekdes itu meliputi Sekdes Desa Bumirestu Panut, Sekdes Bumiasih Syahrul Amin, Sekdes Palasjaya Edi Sutardi, Sekdes Sukabakti Five Agung, Sekdes Sukaraja Sukardi, Sekdes Bumiasri Herman, dan Sekdes Kalirejo Yulianto.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Lampung Selatan, mengingatkan para kades yang baru agar tidak melupakan peran perangkat desa yang lama. Perangkat desa lama banyak memahami tugas dan fungsinya, terutama mengelola Dana Desa.

Sekdes memiliki peranan teknis dalam program pembangunan desa. Maka dari itu, sekdes dan kades yang lama harus dirangkul. Para kepala desa yang baru dilantik juga agar dapat merangkul semua elemen masyarakat dalam membangun desa. 

Jangan sampai pembangunan di desa terhambat atau malah aparaturnya yang kurang tepat pelaporan keuangan bisa jadi terpidana. Dan yang penting kedepankan transparansi dana desa melalui papan pengumuman di desa.

Tim Lampung Post



Berita Terkait



Komentar