#RAMADAN#BERITALAMPUNG

Jam Kerja Pegawai di Bulan Ramadan Dikurangi

( kata)
Jam Kerja Pegawai di Bulan Ramadan Dikurangi
Ilustrasi:Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sepanjang bulan ramadan pada 2021 jam kerja bagi pegawai akan dikurangi. Hal tersebut untuk menghormati pegawai muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa ramadan dan tetap khusyuk menjalankan ibadahnya. Kemudian, pengaturan jam kerja ini tetap memperhatikan pengendalian Covid-19 pada lingkungan kerjanya.

Meskipun begitu para pegawai negeri maupun pegawai swasta diminta untuk produktif melakukan aktivitas kerjanya sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan covid-19 secara melekat. Apalagi di Lampung sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Lampung Nomor 3 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19

"Ada pengurangan jam kerja, namun Surat Edaran dari Kementerian Tenaga Kerja belum turun. Untuk jam kerjanya di Lampung di bawah 7 jam dan seminggu hari kerja rata-rata sekitar kurang dari 35 jam akan menyesuaikan dengan jadwal waktu masuk dan pulang," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu, melalui telepon, Minggu, 11 April 2021 

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah mengatur jam kerja bagi aparatur sipil negara (ASN) menjelang hadirnya bulan Ramadan 1442 Hijriah. Pengaturan jam kerja ini tetap memperhatikan pengendalian Covid-19 pada lingkungan instansi pemerintah.

Pengaturan jam kerja selama bulan Ramadan tercantum melalui SE Menteri PANRB No. 09/2021 tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadan 1442 Hijriah Bagi Pegawai ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah. Pada surat edaran tersebut tertulis bahwa untuk instansi pemerintah yang memberlakukan lima hari kerja, jam kerja menjadi 08.00-15.00 WIB pada hari Senin hingga Kamis, dan untuk jam istirahat diberikan waktu pada 12.00-12.30 WIB. Sementara untuk hari Jumat, jam kerja pada pukul 08.00-15.30 WIB, dengan jam istirahat jam 11.30-12.30 WIB.

Sedangkan bagi instansi pemerintah yang menerapkan enam hari kerja, jam kerja menjadi pukul 08.00-14.00 WIB pada hari Senin sampai Kamis dan Sabtu, dengan waktu istirahat selama 30 menit dimulai pukul 12.00 WIB. Sementara untuk hari Jumat, jam kerja ASN pada pukul 08.00-14.30 WIB, dengan jam istirahat selama 1 jam terhitung mulai pukul 11.30 WIB.


Dalam surat edaran dengan tembusan Presiden RI dan Wakil Presiden RI tersebut tertulis bahwa jam kerja efektif bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan lima atau enam hari kerja selama bulan Ramadan 1442 Hijriah minimal 32,5 jam dalam satu minggu.

Selama bulan Ramadan, ASN tetap menjalankan tugas kedinasan di kantor (work from office) dan di rumah (work from home) dengan mempertimbangkan data zonasi risiko yang dikeluarkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Selain itu juga mempertimbangkan SE Menteri PANRB No. 58/2020 dan No. 67/2020. Pengaturan jumlah pegawai yang melakukan tugas kedinasan secara WFH maupun WFO, diserahkan kepada masing masing Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).


Dalam penerapan jam kerja selama bulan Ramadan, PPK harus memastikan tercapainya kinerja pemerintahan dan tidak mengganggu kelancaran penyelenggaraan pelayanan publik di instansinya masing-masing. Selain itu, PPK juga harus menetapkan keputusan pelaksanaan jam kerja di bulan Ramadan 1442 H dan menyampaikan penetapan keputusan tersebut kepada Menteri PAN/RB. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar