#jalurpenyeberangan#merak-bakauheni

Jalur Penyeberangan Aman, Waspadai Gelombang Tinggi di Selatan Selat Sunda  

( kata)
Jalur Penyeberangan Aman, Waspadai Gelombang Tinggi di Selatan Selat Sunda  
Jalur penyeberangan Pelabuhan Bakauheni-Merak relatif aman walau dilanda angin kencang, Selasa, 22 September 2020. Lampost.co/Aan Kridolaksono.


Kalianda (Lampost.co) -- Stasiun Meteorologi Maritim (SMM) Kelas I Serang melalui Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni menyatakan penyeberangan Merak-Bakauheni yang melintasi perairan Selat Sunda bagian utara relatif aman dilayari dengan ketinggian gelombang 0,5- 1,25 meter. 

Namun perlu diwaspadai gelombang laut dengan ketinggian 2,5-4,0 meter bisa terjadi di wilayah Selat Sunda bagian selatan dan perairan selatan Banten yang berisiko tinggi terhadap perahu nelayan, kapal tongkang, dan feri. Sedangkan gelombang laut dengan ketinggian 4,0-6,0 meter berpotensi terjadi di wilayah Samudera Hindia selatan Banten yang berisiko tinggi terhadap semua jenis Kapal.

"Gelombang tinggi diperkirakan berpeluang dua sampai empat meter lebih di wilayah selatan Selat Sunda dan selatan Banten. Untuk itu kami imbau masyarakat mewaspadai ancaman tersebut,  terutama perahu nelayan," kata kepala KSOP Bakauheni, Iwan Syahrial di Bakauheni, Selasa, 22 September 2020.

Meski perairan Selat Sunda bagian selatan berpeluang terjadi gelombang tinggi, penyeberangan Merak-Bakauheni yang melintasi perairan Selat Sunda bagian utara relatif aman. Sebab, ketinggian gelombang di perairan itu diprediksi setengah hingga satu meter.

"Untuk jalur penyeberangan ketinggian gelombang relatif aman untuk lalu lintas feri," ujarnya.  

Gelombang tinggi yang melanda di perairan Banten bagian selatan dan Selat Sunda bagian selatan disebabkan faktor arah angin dengan kondisi sinoptik angin di wilayah Selat Sunda bagian utara umumnya bertiup dari utara-timur dengan kecepatan 1-10 knot. Angin di wilayah Selat Sunda bagian selatan umumnya bertiup dari timur-selatan dengan kecepatan 1-25 knot.

Sedangkan angin di wilayah perairan selatan Banten umumnya bertiup dari timur-tenggara dengan kecepatan 2-25 knot. Angin di wilayah Samudera Hindia selatan Banten umumnya bertiup dari timur-tenggara dengan kecepatan 6-25 knot.

"Prakiraan ini berlaku mulai jam 2 malam nanti sampai Rabu, 23 September 2020, pukul 19.00 WIB," ujarnya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar