#pungli#persidangan#beritalamsel

Masyarakat Diminta Tidak Buru-Buru Memvonis Kades Kekiling Bersalah

( kata)
Masyarakat Diminta Tidak Buru-Buru Memvonis Kades Kekiling Bersalah
Kades Kekiling non aktif Idham Husni alias Cakuy menjalani sidang tipikor di Pengadilan Tinggi Tanjung Karang. Lampost.co/Istimewa

KALIANDA (Lampost.co) -- Kepala Desa Kekiling nonaktif, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Idham Husni alias Cakuy, yang terjerat kasus tindak pidana pungutan liar (pungli) uang ganti rugi jalan tol saat ini menjalani sidang keempat di Pengadilan Negeri, Tanjungkarang, Kamis, 5 September 2019.

Melalui kuasa hukumnya, Ridwan meminta masyarakat menunggu hasil proses persidangan, hingga sampai vonis dari majelis hakim Pengadilan Tinggi, Tanjungkarang. "Masyarakat jangan langsung memvonis karena belum tentu pak Idham bersalah," ujarnya.

Dijelaskannya, agenda sidang keempat hari ini, putusan sela, terdakwa Kades Kekiling nonaktif mengajukan esepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). "Sidang dilanjutkan dengan agenda keterangan saksi terlapor," ujarnya.

Sejauh ini, Idham Husni sangat koperatif dan siap menjalankan proses persidangan selanjutnya yang diagendakan pekan depan. "Terdakwa pun sangat koperatif dan siap menjalankan proses sidang berikutnya," kata dia.

Sementara itu, Kades non aktif Idham Husni mengaku berlapang dada dengan yang dialaminya saat ini. Ia meminta masyarakat jangan langsung memvonis bersalah, tunggu proses persidangan selesai.

"Saya sudah mengabdi kemasyarakatan selama delapan tahun, saya meminta jangan meminta kepada masyarakat agar menunggu hasil persidangan," ujarnya.

Keluarga Kepala Desa Kekiling nonaktif, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Idham Husni, meminta masyarakat tidak langsung memvonis bersalah dan lebih mengedepankan azas praduga tak bersalah. Banyak kabar tak sedap berhembus mengenai keburukan Idham Husni yang sudah menjabat dua periode di Desa Kekiling.

Perdhana Wibisono



Berita Terkait



Komentar