#satesianida#rekontruksipembunuhan

Jalani Rekonstruksi Sate Bersianida, Tersangka Menangis

( kata)
Jalani Rekonstruksi Sate Bersianida, Tersangka Menangis
Rekonstruksi saat tersangka NA berinteraksi dengan Bandiman. Medcom.id/ahmad Mustaqim


Bantul (Lampost.co) -- Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dengan sate bersianida. Dalam gelar rekonstruksi itu, tersangka NA tampak berulang kali sesenggukan menangis.

Polisi merencanakan rekonstruksi dengan 27 adegan. Saat pelaksanaan, ada sebanyak 35 adegan yang dijalankan tersangka NA, beserta saksi, termasuk ayah dari bocah yang meninggal akibat sate yang dicampur racun sianida, Bandiman.

"Rencana ada 27 adegan (dalam rekonstruksi. Saat pelaksanaan ada 35 adegan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, Ajun Komisaris Ngadi, di Mapolres Bantul, Senin, 7 Juni 2021.

Dalam 35 adegan itu, ada sekitar 20 adegan itu yang diperankan melibatkan tersangka NA. NA menjalankan hampir setiap adegan dengan menahan tangis. Bahkan, NA sempat meminta pendampingan dari salah satu pemeran saksi di beberapa momen.

"Tersangka menangis mungkin tak terbiasa melakukan hal seperti ini," ujar Ngadi.

Ngadi mengatakan, ada delapan adegan tambahan yang dijalankan dalam rekonstruksi. Termasuk saat membuang pakaian yang sempat digunakan.

 "Beberapa adegan baru dari (NA) membuang gamis (yang digunakan saat membeli sate hingga berinteraksi dengan Bandiman) ke dalam plastik," ujarnya.

Polisi tak menghadirkan istri anggota Polresta Yogyakarta, Tomi, dalam rekonstruksi itu. Menurut dia, yang bersangkutan berhalangan diputuskan dengan pemeran pengganti.

Di sisi lain, baru ada tersangka tunggal dalam kasus itu. Meskipun, sempat disebut ada sosok lelaki inisial R yang diduga memberikan ide pemakaian sianida. "Sementara masih tersangka tunggal. (Tersangka lain) belum ditetapkan," ujarnya.

Ngadi menambahkan, polisi belum memastikan kapan kasus itu dilimpahkan ke pengadilan. Ia menyatakan, setelah berkas lengkap dan selesai diperiksa kejaksaan akan dilimpahkan ke pengadilan.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar