#pembangunan#flyover#infrastruktur

Jalan Urip dan Teuku Umar Diprediksi Macet atas Pembangunan Fly Over

( kata)
Jalan Urip dan Teuku Umar Diprediksi Macet atas Pembangunan <i>Fly Over</i>
Penyempitan jalan dampak pembangunan jalan layang di Jalan Sultan Agung. Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co): Pengamat transportasi Lampung, Sasana Putra, memprediksi bakal ada beberapa titik kepadatan dan disinyalir bakal menjadi kemacetan, selain Jalan Sultan Agung menuju arah Way Halim karena adanya pengerjaan jalan layang.

Pertama, kepadatan akan terjadi di Jalan Urip Sumohardjo. Sebab, pengendara akan dialihkan ke jalur alternatif guna menghindari Jalan Sultan Agung, salah satunya Jalan Urip Sumohardjo.

"Kondisi Jalan Urip saja sekarang udah padat, apalagi kalau pengendara dialihkan kesana," ujar Sasana, Senin, 15 Juni 2020.

Selain itu, kepadatan juga akan terjadi di ruas Jalan Teuku Umar dari arah Tanjungkarang menuju Rajabasa, dan menuju arah Mal Boemi Kedaton (MBK).

Baca juga: Pembangunan Fly Over Sultan Agung Mulai Berdampak Kemacetan

"Akibatnya nanti ada penumpukan kendaraan di ramp fly over MBK, baik yang hendak ke Sultan Agung maupun menuju ZA Abidin Pagar Alam," katanya.

Sasana memberikan saran guna mengurangi kepadatan arus lalu lintas di Jalan Urip Sumohardjo. Masyarakat yang berasal dari arah Way Halim, Sukarame, dan Sukabumi yang hendak menuju daerah Rawalaut, Pahoman, hingga Telukbetung untuk tidak melalui Jalan Urip Sumohardjo. Pengendara disarankan melewati jalur by pass (Jalan Soekarno-Hatta) menuju arah jalan layang Kalibalok lalu lewat Jalan Pangeran Antasari menuju Jalan Gajah Mada.

"Banyak orang kerja kantoran kan ke Teluk. Mereka yang dari Sukarame, Sukabumi jangan lewat Jalan Urip. Kecuali masyarakat yang rumah atau aktivitasnya sekitar Way Halim, enggak apa," katanya.

Kemudian, guna menghindari prediksi kemacetan di Jalan Teuku Umar dari arah Tanjungkarang menuju fly over MBK hingga masuk ke Sultan Agung, Sasana menyarankan lalu lintas di alur tersebut dibuat seragam atau satu jenis kendaraan.

"Yang aman kendaraan pribadi, karena sepeda motor masih bisa dilewatkan jalan lingkungan (banyak pilihan)," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar