#bandarlampung#lampung#Narkoba#Tol

Jalan Tol Rawan Penyelundupan Narkoba

( kata)
Jalan Tol Rawan Penyelundupan Narkoba
Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto memberi sambutan dalam acara rakornis fungsi reserse narkoba Polda Lampung di Swiss-Belhotel Lampung, Rabu (23/10). (Deni Zulniyadi)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran kepolisian, dan instansi terkait di Lampung dalam pemberantasan narkoba. Jika sebelumnya penyelundupan narkoba dilakukan melalui jalur lintas, kali ini pendistribusian lebih leluasa melalui jalan tol. Sehingga perlu penguatan personel dan peralatan di ujung Pulau Sumatera, yakni Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

"Memang di Lampung ini lewat jalan lintas sudah susah. Pasti mereka menggunakan jalan tol. Sehingga ke depan penjagaan di Bakauheni harus lebih ketat. Bukan cuma polisi, tapi Bea Cukai, BNN, kita bergabung disana menambah anggota yang sudah ada dalam rangka swiping pengguna jalan baik kendaraan antar daerah maupun lokal," kata Kapolda Irjen Purwadi Arianto dalam acara rapat koordinasi teknis (rakornis) fungsi reserse narkoba Poldal Lampung di Swiss-Belhotel Lampung, Rabu 23 Oktober 2019.

Kegiatan itu dihadiri sejumlah instansi terkait diantaranya BNN Provinsi Lampung, Kemenkumham Lampung, dan Kejati Lampung. "Hasil analisa menunjukkan Lampung bukan hanya tempat transit tapi daerah pemasaran. Permasalahan narkoba bukan tanggungjawab Polri saja tapi bersama. Apalagi penyebaran naroba sangat masif sehingga perlu koordinasi antar stakhoder, terutama masalah pengungkapan," kata dia.

Kapolda menjelaskan saat ini Indonesia darurat narkoba. Data statistik nasional peningkatan terus terjadi dari tahun ke tahun. Baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. Sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pemberantasan secara masif dan komprehensif.

"Kejahatan narkoba adalah kejahatan luar biasa. Jumlah pengguna saat ini 6,4 juta jiwa, hal ini menjadikan Indonesia pasar potensial," kata dia.

Untuk itu, melalui rakornis ini diharapkan dapat menyatukan persepsi antar pengak hukum dan instansi lainnya dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Lampung.

"Dengan diadakannya rakornis di tempat yang mewah ini, jangan malah tidur. Jangan cuma nulis di buku, bukunya yang pinter," kata dia.

Rakornis tersebut diikuti 30 anggota Direstnarkoba Polda Lampung, dan 48 Kasatnarkoba polres/ta jajaran Polda Lampung. "Dengan rakornis ini diharapkan meningkatnya potensi dan profesionalisme penyidik dan penyidik pembantu. Meningkatnya sinergitas antar penegak hukum dan instansi terkait dalam rangka penegakan tindak pidana narkoba," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Kombes Shobarmen.

Deni Zulniyadi

Berita Terkait

Komentar