#biayaangkut#jalanrusak#lamtim#beritalampung

Jalan Rusak Parah, Ongkos Angkut Hasil Pertanian Naik 

( kata)
Jalan Rusak Parah, Ongkos Angkut Hasil Pertanian Naik 
Jalan rusak sebabkan biaya angkut hasil pertanian jadi membekak dan mengurangi pendapatan petani setempat. (Ilustrasi/Dok.Lampost.co)


SUKADANA (Lampost.co)--Para petani di wilayah Kecamatan Bumiagung, Lamtim dan sekitarnya mengeluh karena harus mengeluarkan biaya atau ongkos angkut hasil pertanian yang besar akibat kerusakan jalan.

Pasalnya sejak ruas jalan Desa Donomulyo, Kecamatan Bumiagung mengalami kerusakan dan kini semakin bertambah parah, biaya angkut hasil pertanian menjadi naik antara 30 hingga 50%. Salah seorang petani di Desa Donomulyo, Kecamatan Bumiagung, Marsilam, kepada Lampost.co, Sabtu (14/7/2018) menjelaskan, kerusakan ruas jalan raya Desa Donomulyo, Kecamatan Bumiagung sebenarnya bukan baru terjadi. Kerusakan ruas jalan raya tersebut sudah berlangsung sejak sekitar dua tahun silam. Karena tak kunjung diperbaiki, kini keruakan badan jalan pada ruas jalan tersebut semakin parah.
Akibat keruskan yang cukup parah tersebut kata Marsilam, bukan hanya rawan dengan kecelakaan, kemudian kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor sering rusak, tetapi juga berdamapak pada naiknya ongkos atau biaya angkut hasil pertanian petani di seputaran ruas jalan dimaksud.
Sebelum badan jalan pada ruas jalan raya Desa Donomulyo itu rusak, para petani dengan mudah mengangkut hasil pertanian mereka seperti jagung, cokelat, kelapa, dan lain-lain untuk dibawa ke pasar Kecamatan Sekampung, Batanghari, bahkan Kota Metro. Saat itu hasil pertanian dengan mudah diangkut baik menggunakan mobil truck, pick up atau sepeda motor.
Kemudian karena  kondisi jalan saat itu masih cukup baik, kata dia, biaya angkut dengan mobil teruk atau pickup juga tidak terlalu memberatkan petani. Misalnya hasil panen jagung yang akan dibawa ke Kota Metro, diangkut dengan mobil truk atau pickup dengan kisaran biaya antara Rp350 ribu-Rp400 ribu. 
Karena kondisi jalan bagus waktu itu ongkos angkut hasil pertanian menggunakan mobil juga tidak terlalu mahal dan tidak memberatkan petani, katanya.

Namun sejak sebagian besar badan jalan pada ruas jalan raya Desa Donomulyo tersebut rusak dan bertambah parah saat ini, maka biaya angkut hasil pertanian juga menjadi naik hingga 30-50%. Biaya angkut tersebut menjadi naik,  sebab para pemilik mobil memang merasa sangat beresiko jika kendaraan mereka menganggkut hasil pertanian melalui jalan yang kondisinya rusak parah tersebut.
Kekhawatiran para pemilik mobil truk atau pickup tersebut, ujar Marsilam, memang cukup beralasan. Sebab dengan kondisi kerusakan badan jalan yang sudah cukup parah tersebut, memang bisa membuat  mobil truk atau pikcup bahkan sepeda motor yang melintas mengalami kerusakan. Alasan para pemilik mobil truck atau pikcup itu saya rasa wajar, namun kami para petani  ini cukup berat memikulnya, kata Marsilam.
Karena  itulah tandas Marsilam, para petani berharap dan meminta agar kerusakan parah badan jalan, ada ruas jalan raya Desa Donomulyo tersebut dapat segera diperbaiki oleh pemerintah, entah itu Pemkab Lamtim atau Pemprov Lampung. Sebab jika tidak demikian dipastikan beban petani di seputaran ruas jalan itu akan semakin berat. 

Djoni Hartawan







Berita Terkait



Komentar