#lampung#lamsel#jalanrusak

Perusakan Jalan Penghubung Sabahbalau Ditangani Polisi

( kata)
Perusakan Jalan Penghubung Sabahbalau Ditangani Polisi
Jalan penghubung Dusun 2, Desa Sabahbalau, yang baru selesai tampak rusak yang diduga dirusak oknum tidak bertanggung jawab. Dok.Lampost.co

Kalianda (Lampost.co) -- Proyek jalan penghubung Dusun 2, Desa Sabahbalau, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan, dengan Bandar Lampung yang baru selesai dikerjakan diduga dirusak oknum tidak bertanggung jawab. Akibat masalah itu, CV Dian Pratama Sari selaku pelaksana melaporkan masalah itu ke polisi dengan saksi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lamsel.

Hingga kini kasus ini masih ditangani pihak kepolisian dan dalam proses penyelidikan. Proyek senilai Rp1,7 miliar dari APBD Lamsel tahun 2019 itu masih dalam masa pemeliharaan. Namun, terdapat bagian tang rusak yang diduga sengaja dirusak. Sebab, kerusakannya terlihat bukan rusak karena alam maupun kendaraan yang melintas.

Pegawai Dinas PUPR Lamsel, Deni Rahmad, yang menjadi saksi laporan itu, menunjukkan bukti-bukti perusakan jalan itu. "Ini terlihat didongkel, dibongkar di bawahnya. Ini dimulai dari sini, lalu diangkat," ujar Beni sambil menunjukkan lokasi kerusakan sekaligus mengirimkan keterangan tertulis, Minggu, 15 Desember 2019.

Setelah mengecek langsung masalah itu, Deni langsung mendorong rekanan untuk melapor polisi dan dia menjadi saksi.

Berita terkait: Warga Minta BPK Audit Proyek Jalan Dusun 2 Sabahbalau

Di lokasi kerusakan memang terlihat indikasi kerusakan itu karena faktor dirusak, pertama yang rusak hanya sebagian kecil. Logikanya jika rusak karena faktor alam pasti yang mengalami kerusakan akan banyak. Kedua, jika rusak karena kendaraan yang melintas, aspal tidak akan menumpuk di pinggir, tapi akan terperosok ke dalam.

Tukang proyek, Darno, mengatakan pengerjaan proyek itu sudah memenuhi ketentuan dan kualitasnya sesuai standar. Pihaknya tidak berani bermain-main dalam bekerja.

"Sudah sesuai ketentuan, enggak mungkin kami berani main-main. Kami selalu mengikuti rencana belanja anggaran (RAB)," katanya.

Darno berharap semua pihak mendukung pembangunan dan tidak melakukan perusakan. "Kami siap diawasi masyarakat, sampaikan ke kami jika ada yang salah, pasti kami perbaiki. Tapi jangan sengaja dirusak," katanya. 

Berita terkait: Baru 2 Minggu, Jalan Aspal di Sabahbalau Sudah Mengelupas

Dia menambahkan sebelum pekerjaan dimulai pihaknya sudah menemui kepala desa dan meminta izin untuk memulai pekerjaan."Saat itu pak kades sangat senang dan tidak ada masalah," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga melibatkan warga sekitar untuk bekerja di proyek tersebut. "Seperti Pak Waluyo dari Karang Taruna dan masyarakat sekitar ikut bantu kerja pada saat lapen dan drainase," katanya.

Menurut Darno, dari awal pengerjaan proyek ini memang banyak diganggu."Bahkan ada yang mau menghentikan pengerjaan proyek ini. Padahal Dinas PU saja tidak bersikap seperti ini, kami selalu di awasi dinas maupun konsultan," ujarnya.

Bahkan, katanya, anggota DPRD Lamsel sudah ada yang turun ke lokasi proyek itu dan menyampaikan berbagai masalah yang dilaporkan warga. "Saat anggota Komisi III DPRD Lamsel, yakni Pak Supri dan Pak Beni turun sudah kami jelaskan. Kami juga tunjukkan secara terbuka pekerjaan itu dan DPRD tidak ada masalah. Jadi bingung kami kalau terus-terusan diusik," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar