#jalan#beritapesisirbarat#alternatif

Jalan Penghubung 2 Kecamatan di Pesisir Barat Dibangun Tanpa Plang

( kata)
Jalan Penghubung 2 Kecamatan di Pesisir Barat Dibangun Tanpa Plang
Proyek pembangunan jalan provinsi , yang menghubungkan simpang tiga prkon gunung kemala kecamatan Way krui-Pertigaan SPBU krui di pekon menyancang kecamatan karya penggawa ,yang saat ini masih dilaksanakan, foto rabu (27/11-2019). Lampost.co/Yon Fiso

Krui (Lampost.co) -- Jalan alternatif Gunung Kemala - Simpang SPBU Menyancang yang menghubungkan  Kecamatan Waykrui dan Karya Penggawa, Pesisir Barat, yang sedang dibangun saat ini disambut baik oleh masyarakat.

Pasalnya, selama ini, jalan di jalur tersebut rusak parah. Beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas akibat jalan yang berlubang. Bahkan sampai merengut nyawa

Hampir setiap tahun, perbaikan jalan di jalur provinsi itu dilakukan. Namun dalam hitungan bulan jalan kembali rusak dan berlubang.

 Sekretaris Kecamatan Way Krui, Rully Hanafi, Rabu, 27 November 2019 mengatakan  tentunya dengan adanya proyek pembangunan jalan tersebut harapannya dapat bertahan lama dengan kwalitas pembangunan yang bagus sesuai dengan aturan RAB proyek itu.

"Harapannya dengan pembangunan jalan tersebut dilaksanakan maksimal sesuai aturan yang ada, sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama," kata Rully, saat dihubungi .

Pantauan Lampost.co di lokasi, Rabu, 27 November 2019, beberapa pekerja terlihat membersihkan dan memberi batas di bagian pinggir badan jalan ruas yang akan dibangun.  Badan jalan yang tadinya rusak diganti dengan rabat beton yang menggunakan campuran batu split, pasir, dan semen. 

Sementara, jalan masuk di Simpang Tiga, Gunung Kemala juga dipasang papan pengumuman perbaikan jalan bagi para pengendara yang melintas.

Meski demikian, kendaraan roda dua masih bisa lewat, namun untuk mobil, truk fuso dan bus belum dapat melalui jalur alternatif dengan panjang sekitar 2,5 kilometer tersebut.

Sayangnya tak ada plang pembangunan jalan di lokasi proyek sehingga masyarakat mengetahui. Sesuai aturan tentang keterbukaan informasi publik, plang semestinya dipasang. Terlebih pembangunan tersebut bersumber dari uang negara.

"Memang tidak ada plang proyeknya," kata salah satu pekerja.

 

Setiaji Bintang Pamungkas

Berita Terkait

Komentar