#lampung#bandarlampung#proyekspam#galian

Jalan Amblas Proyek SPAM Bahayakan Pengguna Jalan

( kata)
Jalan Amblas Proyek SPAM Bahayakan Pengguna Jalan
Galian proyek SPAM Regional Lampung yang cukup membahayakan. Lampost.co/Firman Luqmanuhakim

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Hujan deras dalam beberapa hari terakhir yang mengguyur Bandar Lampung menyebabkan proyek sistem penyediaan air bersih (SPAM) Regional Lampung PDAM Way Rilau di pinggir Jalan Zainal Abidin Pagar Alam amblas, Minggu, 8 Desember 2019. Pantauan Lampost.co, sebagian badan jalan dari depan Mall Lampung hingga depan pom bensin Nyunyai Rajabasa, Bandar Lampung, berlubang mencapai kedalaman 1 meter karena tanahnya amblas.

Tidak tampak satu pun petugas proyek yang berjaga di lokasi tersebut. Salah satu pengguna jalan, Santi (25), menyesalkan pekerjaan proyek yang menelan anggaran mencapai Rp1,1 triliun tersebut. "Sayang banget, Mas, aspalnya kan baru semua ini kok malah amblas jadinya kopong atau bolong," katanya.

Dia berharap instansi terkait segera memperbaiki kondisi jalan tersebut mengingat kondisi hujan dan jalan yang licin bisa membahayakan pengguna jalan. "Kalau tidak hati-hati dan tidak paham medan jalan bisa terperosok ke dalam lubang," ujarnya.

Keluhan atas pengerjaan proyek program SPAM juga dikeluhkan warga lainnya. Selain amblas, saat hujan galian yang berada di tepian jalan raya tersapu aliran air hujan sehingga galian terlihat terbuka dan menimbulkan lumpur di sepanjang jalan.

“Kurang tahu juga waktu hujan kemarin seperti apa karena di sini cuma dagang makanan. Kalau dilihat yang ada ya sepertinya kesapu terbawa air waktu hujan deras kemarin. Itu tanah sama batu-batu tabur ke jalan,” ujar salah seorang pedagang di pinggir jalan sebelah Robinson Rajabasa yang tidak ingin menyebutkan namanya, Minggu, 8 Desember 2019. 

Menurut dia, ketika memasuki musim hujan saat ini, bukan tidak mungkin proses pengerjaan galian seperti itu akan terhambat dan bahkan menimbulkan dampak yang berimbas pada warga atau pengendara.

“Pastilah kebawa air hujan, ini kan sudah masuk musim hujan, agak susah mau ngerjain galian. Hari ini digali, besok ketutup lagi sama air. Apalagi ini untuk galian pipa air ya, pasti susah mau dikerjain,” kata pria berkaus abu-abu itu.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, Minggu, 8 Desember 2019, proses penggalian pipa saluran air mulai dari Jalan A. Kadir yang berada di samping Robinson Rajabasa hingga pertigaan menuju Terminal Rajabasa, di tepian Jalan ZA Pagar Alam terdapat material, seperti pasir dan batu (sirtu). Bahkan, material pasir dan batu yang terhampar di jalan raya dapat terlihat sampai menuju Sekolah Dasar Negeri 2 (SDN 2) Rajabasa. Pada galian pipa pun beberapa galian terlihat sudah menganga atau berlubang dengan ditandai pembatas jalan dan ditutup lempengan besi. 

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, hujan lebat yang terjadi pada Jumat malam, 6 Desember 2019, sekitar pukul 21.32 WIB, di Jalan Bumi Menanti II, Kampung Baru, Kedaton, berakibat banjir. Banjir membawa timbunan tanah pada galian pipa di daerah tersebut mengalir sampai ke permukiman warga. Diduga dalam proses pengerjaannya dilakukan secara asal-asalan dengan tidak memperhatikan aspek dampak pada lingkungan sekitar yang notabennya adalah permukiman warga. Warga Kelurahan Kampung Baru dan sekitarnya pun harus rela rumah mereka dipenuhi tanah galian pipa saluran air.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar