#METRO

Jaksa Tahan Lima Tersangka Kasus Investasi Bodong

( kata)
Jaksa Tahan Lima Tersangka Kasus Investasi Bodong
Para tersangka kasus investasi bodong usai melakukan pemeriksaan dan akan dibawa ke LP Kelas II A Metro, Jumat, 13 Januari 2023. Dok. Humas Kejari Metro


Metro (Lampost.co) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Metro menahan lima tersangka kasus investasi bodong yang dijalankan oleh PT Nestro Saja Wardhana (NSW). Sementara satu tersangka lainnya  sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung.

Semua tersangka tersebut merupakan warga Metro. Mereka memiliki peran masing-masing dalam menjalankan tugas untuk memuluskan tindak pidana investasi bodong tersebut.

Para tersangka yakin empat pria berinisial AS (28), HS (57), RRS (43), dan IS (45). Seorang lainnya wanita berinisial DK (32). Sedangkan yang masih berkeliaran yakni DKW (40).

Kajari Metro, Virginia Hariztavianne mengatakan, saat ini lima tersangka telah dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Metro.

Dia menambahkan, kasus investasi bodong itu diungkap oleh Polda Lampung dan kini telah dilimpahkan ke Kejari Metro.

"Sudah masuk pelimpahan, Ditreskrimsus Polda Lampung menyerahkan lima tersangka berikut barang bukti," kata dia.

Barang bukti dalam kasus ini berupa dua unit mobil Jeep Willys warna hijau army, masing-masing roda empat dan roda enam, satu ponsel merek Xiaomi Redmi Note 10 Pro, dua laptop merek Toshiba, serta dokumen perjanjian kontrak investasi dengan para nasabah.

"Para tersangka ditahan hingga 20 hari ke depan terhitung mulai 12 Januari 2023 sampai dengan 31 Januari 2023," kata Kajari.

Untuk diketahui, para tersangka telah menjalankan bisnis investasi trading sejak 2019. Adapun investasi trading itu dijalankan para tersangka dengan mendirikan perusahaan bernama PT NSW yang beroperasi di Kota Metro.

Korban yang tercatat berjumlah sebanyak 665 orang dengan dana yang sudah masuk sebanyak Rp 66.520.718.750. Dari sejumlah dana tersebut, sebanyak Rp32,2 miliar telah dikelola oleh para tersangka untuk memberikan profit kepada membernya. Sedangkan sisa uang senilai Rp 34,3 miliar diduga digunakan oleh tersangka DKW untuk keperluan pribadi.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar