jaksahukum

Jaksa Senior Kejati Diperiksa Karena Beri Tuntutan 

( kata)
Jaksa Senior Kejati Diperiksa Karena Beri Tuntutan 
Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung membenarkan satu jaksa yang menangani perkara pengeroyokan dilaporkan terdaakwa nya terkait tuntutan rendah terhadap beberapa pelaku pengeroyokan, hal ini diungkapkan Kasi Penerangan Hukum Kejati setempat Andrie W Setiawan.

Menurut mantan Kasi Intel Kejari Bandar Lampung ini, Lampiran resmi dadi terdakwa melalui kuasa hukumnya telah diteruskan kebagian pimpinan dan saat ini tengah dilakukan proses.

Mengenai hasil (sanksi) apa yang diberikan belum diputuskan, yang jelas tengah dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

" Saat ini sudah di meja pimpinan, tentunya akan ada tindak lanjut. Nanti akan ada klarifikasi terhadap pelapor terlebih dahulu," kata Andrie.

Klarifikasi itu untuk melihat ada tidak dugaan yang dimaksud, jika ada nanti akan didalami jika tidak maka tidak berlanjut. Untuk sanksi jika benar terbukti pimpinan akan menginstruksikan ke bidang pengawasan.

" Biarkan mereka bekerja dulu, soal sanksi nanti pimpinan yang menginstruksikan bidang pengawasan seperti apa," kata Andrie.


Perkara pengeroyokan terhadap korban atas nama Angga Saputra (22) Warga Kampung Harapan Jaya LK II Dusun IV, RT 005 RW 000, Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang Bandar Lampung, berbuntut panjang pasalnya, Korban melalui kuasa hukumnya melaporkan perkara yang dituntut rendah oleh jaksa itu ke Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Sebelumnya Alian Setiadi Direktur LBH Lampung Raya, selaku kuasa hukum korban mengatakan, dalam hal ini ada tiga poin yang disampaikan dalam laporan resmi mereka tersebut, ketiga poin itu yakni bahwasanya adanya dugaan JPU Ponco Santoso, dalam perkara ini merekayasa fakta hukum dan hal tersebut bertentangan dengan ketentuan pasal 7 Ayat 1 Huruf F tentang peraturan jaksa Agung Republik Indonesia Nomor PER-014/A/JA/11/2012 tentang kode perilaku jaksa.

Memeriksa dan memberi sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kejati Lampung untuk mengambil alih perkara ini dan menunjuk jaksa lain untuk melakukan upaya hukum banding dan seterusnya agar perbuatan para terdakwa dihukum setimpal dengan undang-undang yang berlaku.

Mantan Direktur LBH Bnadar Lampung ini menjelaskan, bahwa benar korban yang merupakan kliennya dianiaya oleh  Momon, Ahmad Rizano, Nicho Saputra, Ahmad Setawan alias Mad, Joko Santoso Ferry Alias Metal, Yudi Sutrisno Alias Buang, Maman Alias KM, yang terjadi pada 24 Januari 2020 dan telah diperiksa disidik oleh Polairud Polda Lampung sesuai dengan berkas BAP.

" Beberapa saksi dipersidangan juga mengungkapkan bahwa benar Angga Saputra (Korban) dianiaya dan dikeroyok," kata Alian Setiadi.

Dalam hal ini JPU tidak menuntut pidana Pengroyokan sebagai mana ketentuan pasal 170 KUHP padahal dalam fakta yang terungkap di persidangan bahwa korban Angga telah dikeroyok dan dianiaya secara bersama-sama.

" Berdasarkan bukti Video diterangkan pada menit 02.38. JPU Ponco menyatakan bahwa perkara tersebut adalah perkara perkelahian hal ini sangat bertentangan dengan BAP kepolisan dan fakta yang terungkap di persidangan Angga dianiaya dan di keroyok.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar