#saberpungli#kejari

Jaksa Sebut Dua Pegawai Kemenag Kena OTT Bukan Gratifikasi

( kata)
Jaksa Sebut Dua Pegawai Kemenag Kena OTT Bukan Gratifikasi
Jaksa Marwan menjelaskan perihal pasal yang dikenakan terhadap dua pegawai Kemenag yang tertangkap tangan Tim Saber Pungli Lamteng. (Lampost.co/Febi Herumanika)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Lampung Tengah menyebut dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kementerian Agama (Kemenag) Lampung Tengah yang tertangkap Tim Saber Pungli Polres Lampung Tengah, tidak masuk dalam pasal gratifikasi.

Jaksa Marwan mengatakan kedua terdakwa yakni Hidayatulloh (39) dan Sahril Erwan (35), keduanya didakwa Pasal 11 dan Pasal 12 UU Nomor 30/1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 21/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Penyelenggara negara yang dengan sengaja menguntungkan diri sendiri, secara melawan hukum menggunakan kekuasaan memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar  atau menerima pembayaran dengan potongan untuk diri sendiri. Perbuatan itu dilakukan pada November 2017," kata Jaksa, Sabtu (2/6/2018).

Dalam penyampaian dua saksi kunci yakni Wasim dan Djunaedi yang merupakan pemberi hadiah menjelaskan, keduanya memberikan uang tersebut bukan karena terpaksa melainkan keduanya ikhlas atas pemberian uang itu. Bahkan keduanya tidak mengetahui jika uang yang diberikan oleh guru-guru yang lain sama nominalnya dengan yang keduanya berikan.

Febi Herumanika



Berita Terkait



Komentar