#korupsi#benihjagung

Jaksa Sebut Berkas Korupsi Jagung Sedang Disempurnakan

( kata)
Jaksa Sebut Berkas Korupsi Jagung Sedang Disempurnakan
Mantan Kadis Ketahanan Pangan dan Holtikultura Lampung, Edi Yanto, saat digiring ke mobil tahanan di Kejati Lampung, beberapa waktu lalu. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Hingga Kamis, 23 September 2021, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung belum juga melimpahkan berkas perkara korupsi pengadaan benih jagung ke PN Tipikor Tanjungkarang. Padahal, rencana awalnya, berkas dakwaan akan didaftarkan pada dua minggu lalu. 

Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan mengatakan penyidik kini sedang menyempurnakan berkas sebelum dilimpahkan.

"Direncanakan minggu depan," ujar Andrie melalui telepon, Kamis, 23 September 2021.

Ia membantah kalau penyidik mendapat kendala terhadap pemberkasan untuk didaftarkan ke pengadilan.

"Enggak ada kendala. Prinsip kehati-hatian dan kecermatan tim JPU dalam penyempurnaan berkas untuk dilimpahkan ke pengadilan," paparnya.

Baca juga: Kejati Sebut Tersangka Korupsi Benih Jagung Berpotensi Kabur

Dalam perkara ini, Kejati Lampung dan Kejari Bandar Lampung telah menunjuk 11 Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mendakwa dua tersangka korupsi. Tim JPU dipimpin oleh Jaksa Senior Kejati Lampung yang berpengalaman dan pernah menjadi jaksa KPK RI, yakni Subari Kurniawan. Saat ini, tim sedang menyiapkan berkas dakwaan untuk dilimpahkan ke PN Tanjungkarang.

Andrie juga menjelaskan audit kerugian negara dari auditor independen juga telah rampung. Kerugian negara diperkirakan mencapai sekitar Rp7,7 miliar.

Dua tersangka yakni Edi Yanto dan Imam Mahsyuri telah ditahan di Rumah Tahanan Way Hui Kelas I Bandar Lampung selama 20 hari ke depan.

Sementara tersangka lainnya, Helin Retnowati meninggal dunia karena sakit, sebelum berkas tahap II perkara tersebut dilimpahkan. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar