#beritalampung#pupukilegal#hukum

Jaksa Resmi Ajukan Kasasi atas Vonis Bebas 4 Terdakwa Pupuk Ilegal

( kata)
Jaksa Resmi Ajukan Kasasi atas Vonis Bebas 4 Terdakwa Pupuk Ilegal
Ilustrasi hukum. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Lampung resmi mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Kasasi diajukan atas vonis bebas empat terdakwa peredaran pupuk ilegal pada sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, 18 Oktober 2022.

Keempatnya yakni Ketut Gatre (46) warga Pringsewu selaku komisaris utama perusahaan produksi pupuk PT Gahendra Abadi Jaya (GAJ), Subhan (54) warga  Lampung Tengah selaku komisaris PT GAJ, Tri Setiyo Dewantoro (41) warga Pringsewu selaku direktur PT GAJ, dan Hendri Ardiansyah (34) selaku direktur PT GAJ.

"Iya sudah kami daftarkan kasasi ke Mahkamah Agung," kata Kandra Buana, saat ditemui di PN Tanjungkarang, Selasa, 8 November 2022.

Dalam perkara tersebut Ketua Majelis Hakim Syamsul Arief menyatakan para terdakwa tidak terbukti melanggar Pasal 122 Jo Pasal 73 UU RI Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan
Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) huruf a UU RI No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga:  Produksi Pupuk Palsu di Lamsel Diungkap, Dua Pelaku Ditangkap dan Satu Buron

"Membebaskan terdakwa dari semua tuntutan penuntut umum dan memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan martabatnya," ujar Ketua Majelis Hakim, saat membacakan putusan, 18 Oktober 2022 lalu.

Pertimbagan Majelis Hakim dalam menjatuhkan putusan, karena pupuk terdakwa sudah didaftarkan sejak 2016, namun belum diunggah di Kementerian Pertanian, karena adanya kerusakan sistem one single submission (OSS) antara sistem Kementerian Pertanian dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kemudian perusahaan para terdakwa bukan perusahaan besar dan bersifat UMKM sehingga tidak bisa diproses pidana.

Kemudian Majelis Hakim juga menyatakan tidak ada konsumen dari para terdakwa yang komplain atau mengalami kerugian dan kerusakan akibat penggunaan pupuk tersebut, sehingga tidak ada unsur sengaja melakukan tindak pidana.

Perkara ini bermula pada proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Lampung. Para pelaku yang bernaung di PT GAJ memproduksi pupuk padat merek Zetargo, pupuk cair merek Zetonic, pupuk buah atau serbuk merek Cabe Na.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar