#mafiatanah#sengketatanah

Jaksa Mafia Tanah Malangsari Lamsel Akhirnya Diperiksa

( kata)
Jaksa Mafia Tanah Malangsari Lamsel Akhirnya Diperiksa
Konferensi pers ungkap kasus kejahatan pertanahan di Polda Lampung, Jumat, 30 September 2022. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung akhirnya memeriksa jaksa inisial AM yang terseret kasus mafia tanah di Desa Malang Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan.

Dirkrimum Polda Lampung, Kombes Reynold EP Hutagalung, menjelaskan jaksa AM diperiksa sebagai saksi dalam sengketa tanah Malangsari.

"Diperiksa sebagai saksi, bila ada perbuatan yang perlu dipertanggungjawabkan secara hukum akan kami proses," kata Reynold, Jumat, 30 September 2022.

Ia menambahkan, pihaknya terus bekerja bersama BPN Lampung Selatan dan instansi terkait untuk mencari bukti kuat mengusut tuntas mafia tanah Malangsari.

"Ini masih dalam proses pembuktian. Ada lima yang berperan aktif memalsukan sertifikat dan dokumen autentik," katanya.

Sementara, penyidik juga masih mendalami keterlibatan jaksa AM dalam mafia tanah saat pembelian sertifikat tanah yang ternyata bermasalah itu.

"Masih pendalaman, beri kesempatan untuk bekerja dan mendalami ini," kata dia.

Untuk diketahui, Ditreskrimum Polda Lampung menetapkan lima tersangka mafia tanah yang memalsukan sertifikat tanah di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjung Sari, Lamsel, Kamis, 29 September 2022.

Kelimanya Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) Lampung Selatan Ricky Arsyad  (41), juru ukur BPN Lampung Selatan, Feri Budi Mulia (44), Syahrun (52). Sayuto (62), dan Soejatno (70).

Penetapan itu berdasarkan surat pemberitahuan penetapan tersangka oleh Polda Lampung dengan nomor: B/1063/ix/res 1.9/2022. B/1079/ix/res 1.9/2022. B/1061/ix/res 1.9/2022. B/1045/ix/res 1.9/2022. B/1047/ix/res 1.9/2022.

Tersangka dijerat Pasal 55 Jo. Pasal 263 KUHP tentang memakai surat palsu ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar