#nuansa#sepakbola#suporter#pssi

Jakmania Vs Bobotoh

( kata)
Jakmania Vs Bobotoh
Ilustrasi (Foto: Dok/Google Images)


SEPAK bola Indonesia tercoreng akibat kematian tragis Haringga Sirila (23), suporter Persija Jakarta, akibat dikeroyok oknum Bobotoh, fan Persib Bandung. Kejadian pasca-pertandingan Persija vs Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (23/9), itu berbuntut dengan dimatisurikannya Liga I 2018 oleh PSSI.

Haringga yang aktif di media sosial dengan nama Kepen itu merupakan Jakmania, fan Persija Jakarta. Hari itu, Haringga datang untuk mendukung tim kesayangannya yang menghadapi Persib. Nasib nahas menimpanya, dia tewas dikeroyok oknum Bobotoh di luar stadion.

Dari sekian banyak kelompok suporter bola di Indonesia, Jakmania dan Bobotoh memang yang paling sering bentrok. Sejarah menunjukkan kedua kelompok suporter tersebut memiliki jejak kelam. Kebrutalan oknum dari kedua kelompok seakan menihilkan usaha keras suporter lainnya yang berusaha membangun suporter yang beradab.

Bahkan, berdasarkan catatan, sudah tujuh suporter tewas di balik Laga Persib vs Persija (Kompas.com, 26/9). Bukan hanya akibat bentrok, melainkan juga lantaran kecelakaan saat memberi dukungan. Sebelum Haringga, sudah ada Ricko Andrean yang tewas dikeroyok sesama Bobotoh pada Juli 2017.

Lalu, Harun Al Rasyid tewas pada 6 November 2016 akibat bus yang ditumpanginya diserang usai menyaksikan pertandingan Persija vs Persib di Stadion Mahanan Solo. Pada hari itu juga, Gilang tewas kecelakaan saat pulang dari menonton pertandingan yang sama.

Selanjutnya, ada Rangga Cipta Nugraha (22), Lazuardi (29), Dani Maulana (17). Ketiganya anggota Bobotoh yang tewas akibat bentrokan antarsuporter Persija dan Persib di Stadion Gelora Bung Karno pada Mei 2012.

Saya sempat mengalami suasana menegangkan sebagai dampak hubungan tidak harmonis Jakmania dan Bobotoh. Saat ke Bandung menghadiri media gathering, hari itu bertepatan dengan jadwal pertandingan Persija vs Persib.

"Mohon rekan-rekan memakai jaketnya karena barusan ada keributan suporter sepak bola! Semoga tidak terjadi hal-hal yang membahayakan," seorang panitia di bus.

Kami yang kebetulan mengenakan baju kaus seragam berwarna oranye, warna khas Jakmania, pun menjadi tegang. Sempat terlihat beberapa gerombolan anggota Bobotoh di jalanan. Untunglah tidak terjadi apa-apa saat itu. Tapi, panitia kembali mengumumkan untuk tidak memperlihatkan kaus oranye yang kami kenakan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Melihat sudah ada tujuh korban meninggal dunia akibat terlalu fanatik terhadap klub sepak bola ini, semestinya kita belajar dari pengalaman. Tidak seharusnya sepak bola dihargai nyawa. Jiwa sportivitas harusnya dimiliki bukan hanya oleh atlet, melainkan juga pendukungnya. Suka-suka saja, dukung-dukung saja, tapi jangan sampai bikin kita bertindak arogan atau malah jadi pelaku kriminal.

 

Nova Lidarni/ Wartawan Lampung Post







Berita Terkait



Komentar