#narkoba#persidangan#beritalampung

Jajakan Sabu, Warga Kemiling Dituntut 6 Tahun Penjara

( kata)
Jajakan Sabu, Warga Kemiling Dituntut 6 Tahun Penjara
Sidang virtual kasus penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Jumat, 24 Juli 2020. Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co): Terbukti melakukan transaksi jual beli narkotika jenis sabu-sabu di depan RSUD Abdul Moeloek, terdakwa Chumaidi (39) warga Kemiling dituntut 6 tahun penjara dalam sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Jumat, 24 Juli 2020.

Jaksa Penuntut Umum Yetti Munira mengatakan perbuatan terdakwa Chumaidi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Jaksa mengatakan berawal pada Kamis, 19 Maret 2020, pukul 19.00 WIB, terdakwa bertemu dengan Kedel (DPO) di depan RSUD Abdul Moeloek, terdakwa membeli 2 paket sabu ukuran sedang seharga Rp2 juta. Namun baru terdakwa bayar Rp500 ribu dan sisanya akan dibayar setelah barang habis terjual.

Lalu oleh terdakwa sabu-sabu tersebut dibagi atau dipecah menjadi lima paket sabu-sabu. Sebanyak tiga paket sudah laku terjual kepada teman terdakwa yang bernama Der (DPO) dengan harga Rp600.000. Dari hasil penjualan itu, terdakwa mendapat keuntungan sebanyak Rp50.000 per paket.

Kemudian pada Sabtu, 21 Maret 2020 pukul 21.00 WIB, saat terdakwa sedang berada dirumah di Kelurahan Langkapura, Kecamatan Kemiling, Polresta Bandar Lampung mengamankan 2 paket sabu sisa dari bertransaksi.

"Atas perbuatannya tersebut, terdakwa di penjara selama enam tahun dan dibebankan biaya perkara sebesar Rp2 ribu dan terdakwa tetap berada di dalam tahanan di kurangi selama masa penahanan," pungkasnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar