#tajuklampungpost#harga-bahan-pokok#komoditas

Jaga Stabilitas Harga

( kata)
Jaga Stabilitas Harga
dok Lampost.co

SEJUMLAH imbauan dan kebijakan dikeluarkan pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 yang kian mewabah saat ini. Mulai social  distancing, physical distancing, dan kini pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang diteken Presiden Joko Widodo.

PP tersebut kemudian diikuti dengan keluarnya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan PSBB dalam Masa Wabah Covid-19. Permenkes yang diumumkan pada Sabtu (4/4) tersebut mengatur sejumlah hal teknis untuk melaksanakan peraturan pemerintah tentang status PSBB. Salah satunya penetapan PSBB juga mempertimbangkan kesiapan daerah dalam hal-hal yang terkait dengan ketersediaan kebutuhan hidup dasar masyarakat, ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, ketersediaan anggaran dan operasional jaring pengaman sosial untuk rakyat terdampak, dan aspek kesehatan.

Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar untuk mengatasi wabah Covid-19 diharapkan tidak hanya melindungi aspek kesehatan masyarakat, tetapi juga hak asasi terkait kebutuhan dasar, seperti ketersediaan komoditas pokok masyarakat. Ketersediaan komoditas pokok dengan harga yang terjangkau harus tersedia di pasaran.

Namun, justru di tengah pandemi Covid-19 ini harga sejumlah komoditas pokok di Lampung, seperti gula pasir, bawang, cabai, dan minyak goreng, menunjukkan tren naik. Bahkan, komoditas gula pasir dan minyak goreng sudah naik sejak bulan lalu dan hingga kini harganya bertahan tinggi di angka Rp19 ribu dari harga normalnya di kisaran Rp12 ribu.

Padahal, berdasar pada hasil sidak dari Mabes Polri tiga pekan lalu di gudang pabrik gula di Lampung terdapat stok hingga 100 ribu ton. Tentunya jumlah itu jika dilempar ke pasaran setidaknya bisa menurunkan harga.

Belum lagi dalam beberapa pekan ke depan akan memasuki bulan Ramadan dan Idulfitri. Kebutuhan pokok masyarakat pun akan meningkat drastis sehingga ketersediaannya harus tercukupi.

Untuk itu, pemerintah harus memikirkan ketersediaan komoditas bahan pokok kebutuhan masyarakat dan menjaminnya. Meski fokus untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kebutuhan pokok masyarakat jangan sampai terabaikan.

Jangan menganggap sepele kenaikan harga bahan pokok di pasaran. Jika tidak segera diambil kebijakan yang prorakyat, menjadi preseden buruk yang bisa menjadi pemicu gejolak sosial yang lebih besar.

Masyarakat tentunya berharap pemerintah bisa menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran. Jangan sampai di tengah kecemasan Covid-19 ini, beban masyarakat bertambah dengan harga kebutuhan pokok yang melambung. Sebab, ketersediaan yang cukup dan harga yang terjangkau menjadi harapan seluruh lapisan masyarakat. ***

 

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar