#gajahliar#satwaliar#tajukLampost

Jaga Hidup Manusia dan Satwa Dilindungi

( kata)
Jaga Hidup Manusia dan Satwa Dilindungi
dok Lampost.co

KONFLIK lahan antara manusia dan gajah terulang kembali di Lampung. Entah yang ke berapa kali konflik ini terjadi di perbatasan taman nasional, baik Taman Nasional Bukit Barisan Selatan maupun Taman Nasional Way Kambas, serta kawasan hutan lainnya. Tak cuma kerugian material, korban nyawa juga terenggut, baik manusia maupun satwa dilindungi tersebut.

Baru-baru ini seorang personel TNBBS yang melaksanakan  penanganan konflik gajah di Suoh, Lampung Barat, mengalami patah kaki kiri akibat terbentur batu setelah tersabet belalai gajah liar saat menggiringnya, Minggu (13/10). Kejadian itu berlangsung di Umbul Kuyung, tepatnya di atas Talangbatu Tampah, di sekitar lokasi TNBBS.

Petugas saat itu tengah mengawal gerombolan gajah yang memasuki kawasan perladangan petani hendak ke dalam kawasan TNBBS. Gajah yang tengah lelah bisa saja melakukan aksi brutal karena merasa terancam.

Terjadinya konflik satwa liar dengan manusia terjadi karena banyak habitat satwa liar yang berubah menjadi lahan perkebunan dan permukiman masyarakat.

Konflik antara manusia dan gajah yang sudah kerap terjadi harus segera diatasi dengan melibatkan sejumlah pemangku kebijakan. Termasuk para ahli dan ilmuwan yang intensif mempelajari silsilah dan perilaku gajah. Hal itu penting guna mengakhiri pertikaian ini.

Solusinya bukan memihak kepada salah satunya, manusia atau gajah, melainkan mencari jalan terbaik. Jalan terbaik untuk keberlangsungan kehidupan di kedua belah pihak makhluk ciptaan Tuhan tersebut.

Manusia yang dikaruniai derajat lebih tinggi dengan akal dan pikiran, harus mampu mengatasi persoalan ini. Gajah yang hidup berkelompok ini, memang memiliki lintasan sejarah yang tetap di suatu wilayah. Pimpinan kelompok amat paham dan sangat ingat lokasi air dan makanan yang hanya ada di musim-musim tertentu, meskipun kawasan tersebut telah berubah fungsi. Semisal, yang awalnya masuk hutan kawasan lalu sekarang beralih fungsi menjadi permukiman dan perladangan.

Alangkah sangat arifnya manusia yang mampu mengelola kawasan di bumi ini menjadi tempat yang aman untuk kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya, termasuk gajah.

Meninggalkan keserakahan dan membiarkan lokasi lintasan jejak gajah tetap lestari. Toh manusia yang memiliki akal dan pikiran bisa mencari lahan lain untuk keberlangsungan hidup. Harmonisasi manusia dan gajah akan lebih baik ketimbang konflik berkepanjangan. *

Tim Redaksi Lampung Post



Berita Terkait



Komentar