#pilrek#unila#mundur

Jadwal Pemilihan Rektor Unila Mundur

( kata)
Jadwal Pemilihan Rektor Unila Mundur
Foto: Jajaran Senat dan Bakal Calon Rektor Universitas Lampung. Lampost.co /Triyadi Isworo

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti) angkat bicara mengenai Pemilihan Rektor Universitas Lampung Periode 2019-2023. Pihak pusat mengirimkan surat kepada Ketua Senat Universitas Lampung mengenai pelaksanaan jadwal penyampaian visi-misi dan program kerja.

Melalui surat Nomor: R542/M/KP.03.02/2019 tertanggal 22 Agustus 2019 yang ditandatangani atas nama Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Sekretaris Jendral Ainun Na'im. Dalam surat tersebut disampaikan bahwa Penyampaian Visi, Misi dan Program Kerja Bakal Calon Rektor Universitas Lampung Periode 2019-2023 agar dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2019.

Sebelumnya Panitia Pemilihan Rektor Universita Lampung sempat beberapa kali merubah jadwal pelaksanaan penyampaian visi-misi dan program kerja bakal calon rektor dalam rapat senat terbuka yang akan dihadiri oleh Penjabat Kemenristekdikti. Awalnya panitia menjadwalkan pada tanggal 28 Agustus 2019, kemudian berubah menjadi tanggal 26 Agustus 2019. Sekarang berubah lagi menjadi 30 Agustus 2019.

"Jadwal mundur karena pihak kementrian pada tanggal 26 - 29 masih ada acara Hari teknologi nasional di bali, dan semua pejabat Kementrian termasuk rektor dan wakil rektor se-Indonesia ada di Bali. Maka dari itu dimundurkan jadwalnya menjadi 30 Agustus, karena mereka mau hadir," katanya," kata Ketua Senat Universitas Lampung, Heryandi kepada Lampost.co, Minggu, 25 Agustus 2019.

Ia menegaskan bahwa mundurnya jadwal tersebut karena perintah dari Menteri. Ia membantah  mundurnya karena ada lobi-lobi dari oknum tertentu. Kemudian untuk jadwa pemilihan Calon Rektor dalam Rapat Senat Tertutup oleh Senat Bersama Menteri direncanakam tetap ditanggal 26-30 September 2019. 

"Nggak ada lobi-lobi, murni perintah Menteri. Nggak benar kalau ada info atau isu pemilihan rektor penuh transaksional," kata Guru Besar Hukum Internasional ini.

Sementara itu Presiden BEM Universitas Lampung, Fajar Agung Pangestu mengatakan bahwa pihaknya akan membuat aliansi gerakan mahasiswa kawal pilrek yang akan mendorong semua lembaga kemahasiswaan untuk sama-sama mengawal. "Karena ini bukan kepentingan satu dua orang, bukan tentang siapa yang terpilih tetapi tentang UNILA ke depan," katanya.

Fajar menjelaskan hal yang pertama yang akan dibentuk adalah membuat aliansi dalam mengawal gerakan ini. Kedua, pihaknya sudah berbincang dengan teman-teman di BEM Unila, bagaimana ke depan agar pilrek jauh dari politik transaksional, dari korupsi, dengan menggandeng KPK dan menjadi watchdog dari pilrek.

Triyadi Isworo

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar