#kpk#korupsi#lampungutara

Jadi Tersangka, Adik Eks Bupati Lampura Tilap Rp2,3 Miliar

( kata)
Jadi Tersangka, Adik Eks Bupati Lampura Tilap Rp2,3 Miliar
Tangkapan layar konferensi pers penetapan tersangka oleh KPK RI, Jumat, 15 Oktober 2021. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menetapkan adik mantan Bupati Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara, yakni Akbar Tandaniria Mangkunegara sebagai tersangka dalam perkara rasuah di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampura Jilid II. Akbar disangka menerima fee proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampura tahun 2015-2019.

Penetapan tersangka baru ini merupakan hasil pengembangan KPK dari keterangan berbagai pihak dan fakta persidangan di perkara korupsi eks Bupati Lampura tersebut. Perkara lanjutan tersebut naik ke penyidikan sejak April 2021 lalu.

"Kami sampaikan informasi pengunguman dan penahanan tersangka ATMN (Akbar Tandaniria)," ujar Deputi Penindakan KPK, Karyoto, dalam konfrensi pers yang disiarkan di akun resmi YouTube KPK, Jumat, 15 Oktober 2021.

Baca: Agung Ilmu Mangkunegara Dijebloskan ke Rutan Bandar Lampung

 

Akbar disebut aktif dan ikut serta dalam menentukan pengusaha yang berhak mendapatkan proyek di Dinas PUPR Lampura selama 2015-2019.

"ATMN dibantu Syahbudin, Taufik Hidayat, Misyadi, dan Gunaido Utama, atas Perintah Agung melakukan pemungutan fee atas proyek di Lampung Utara," paparnya.

Penerimaan fee diberikan secara langsung maupun melalui perantara Syahbudin, Taufik, Raden, Syahril dan lainnnya yang kemudian diteruskan ke Agung.

"ATMN bersama lainnya diduga menerima uang Rp100,2 miliar dari beberapa rekanan," katanya.

Selain mengelola dan menerima fee untuk kebutuhan Agung, Akbar juga menilap uang Rp2,3 miliar untuk kepentingan pribadinya.

KPK menahan Akbar hingga 20 hari ke depan. Ia diduga melanggar Pasal  12 huruf B dan Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diundangkan Nomor 20 tahun 2001. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar