#feature#haji#humaniora

Jadi Calon Jemaah Haji Tertua di Tulangbawang, Sumiatun Kumpulkan Biaya dari Jualan Lontong Sayur

( kata)
Jadi Calon Jemaah Haji Tertua di Tulangbawang, Sumiatun Kumpulkan Biaya dari Jualan Lontong Sayur
Sumiatun Karidin Sujak CJH tertua dan Bupati Tulangbawang Winarti. Foto: Ferdi Irwanda

MENGGALA -- Sumiatun Karidin Sujak, calon jamaah haji (CJH) lanjut usia asal Kampung Medasari, Kecamatan Rawajitu Selatan, Tulangbawang, berangkat naik haji hasil berjualan lontong sayur di dekat sekolah.

Sumiatun yang sejak puluhan tahun lalu, bertekad dapat menunaikan rukun islam ke lima sesudah zakat akhirnya terwujud. Ia menjadi CJH tertua asal Kabupaten Tulangbawang dengan usia 90 tahun.

Tidak mudah perjuangan perempuan yang telah memiliki 14 cicit itu dapat menjajakan kakinya di Tanah Suci. Selama kurun waktu lebih dari seperempat abad. Ia menyisihkan rupiah demi rupiah, hasil berjualan lontong sayur di dekat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kampung Medasari, Kecamatan Rawajitu Selatan sebagai ongkos naik haji.

Perjuangan puluhan tahun itu pun tidak sia-sia. Pada 2012 lalu, Sumiatun dapat mendaftarkan diri untuk berangkat naik haji untuk menyempurnakan rukun islam.

"25 tahunanlah ibuk nabung dari hasil jualan lontong sayur di dekat SMP Rawajitu Selatan. Ibuk berangkat dengan hasil jerih payahnya sendiri," kata Esti putri Sumiatun yang turut berangkat haji mendampingi sang ibu, kepada Lampost.co, Jumat (2/8/2019).

Menurut Esti, meski tidak banyak namun ibunya selalu rutin menabung. Dari setiap hasil berdagang, ibunya selalu menyisihkan keuntungannya ke dalam celengan.

"Enggak banyak ya palingan Rp20 ribu yang dia tabung sedapetnya lah dari hasil jualan, tapi rutin. Beliau tidak mau mendapat bantuan sepersen pun dari anak-anaknya, walau kehidupannya sudah jauh dari mapan. Alhamdulillah akhirnya ibuk bisa berangkat tahun ini, dengan kegigihannya," kata dia.

Diusianya yang sudah tidak muda lagi, dan dengan berbagai keterbatasan, akibat faktor usia. Namun, tidak menyurutkan semangatnya.
Sumiatun bertekad mampu menyelesaikan setiap rukun-rukun haji. Sehingga, ketika pulang ke tanah air dapat membawa gelar haji yang mabrur.

Aura kesedihan nampak di raut wajah tua Sumiatun. Hal itu, karena keberangkatannya melaksanakan ibadah haji tidak ditemani laki-laki yang telah menemani lebih dari setengah masa hidupnya, lantaran terlebih dahulu menghadap Sang Pencipta.

Sumiatun berangkat bersama 285 jamaah lain yang tergabung dalam kelompok terbang (keloter) 61 JKG bergabung dengan CJH asal Kota Bandarlampung.

Keberangkatan, mereka menuju asrama haji Bandarlampung dilepas langsung Bupati Tulangbawang Winarti, di Islamic Center Menggala, Kamis (1/8/2019).

Esti menuturkan, jika malam ini mereka akan segera diberangkatkan ke Bandara Soekarno Hatta. Dari sana, mereka akan diterbangkan menuju Arab Saudi.

Ferdi Irwanda

Berita Terkait

Komentar