#nuansa#setitikair#buruh

Jadi Buruh Sejahtera

( kata)
Jadi Buruh Sejahtera
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

WARGA tampaknya menaruh harapan yang begitu besar akan lapangan kerja di desa. Sebab, bagi warga desa, mendapat pekerjaan adalah sebuah hal langka. Apalagi, saat alih fungsi lahan dan sawah-ladang menjadi permukiman yang padat penduduk.

"Kalau sudah lulus dari kampus, jangan jadi pekerja, ciptakan lapangan kerja untuk warga!" kata warga desa Sidorejo pada awal April lalu.

Obrolan kecil itu saya dapatkan dari warga Sidorejo di Lampung Selatan, saat melakukan survei penelitian ekonomi untuk tesis istri di desa.

"Kalau sudah lulus, bangun Lampung, jangan kerja di luar kota, buat lapangan kerja baru!" tambah pria itu.

Pengamatan saya, dari 40 orang kawan angkatan di kampus, belum separuhnya menjadi pengusaha. Saya dan kawan-kawan lainnya bahkan masih menjadi buruh kantor. 

Besok sudah bulan Mei. Tepat di tanggal 1 adalah Hari Buruh. Hari Buruh yang diperingati tiap tahun jangan selalu diidentikkan dengan kericuhan, turun ke jalan, berorasi, dan menyuarakan hak buruh. Pertanyaannya, apakah jadi buruh sudah sejahtera atau apa jadi buruh bisa sejahtera?

Hendrastomo (2010) menyatakan perbedaan persepsi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah dalam menentukan tingkat pemenuhan kebutuhan ekonomi yang ideallah yang merupakan sumber permasalahan.

Konflik ketimpangan antara tiga pihak inilah yang kemudian memunculkan marginalitas buruh, karena ada pergeseran kepentingan yang menempatkan buruh pada posisi yang serbasulit dan selalu harus dikorbankan.

Mestinya, kita perlu mengubah cara berpikir bahwa menjadi pekerja lebih baik. Saudara jauh bilang kalau menjadi pekerja sudah ditakar penghasilan per bulannya. Beda dengan pengusaha yang rezekinya bisa sedikit dan banyak bergantung pada usahanya.

Perguruan tinggi ada yang sudah menyiapkan program untuk wirausaha bagi alumninya. Kementerian Pertanian bersama Fakultas Pertanian misalnya membuat program bagi alumni yakni Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP).

Selanjutnya, Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi membuat program Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK), Program Belajar Bekerja Mandiri (PBBT), Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI), serta Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (Expo KMI).

Lapangan kerja untuk alumni cukup ketat pesaingnya. Lalu, perusahan bagus ingin kandidat yang baik pula. Jadi, persiapkan diri kita atau anak kita apakah ingin menjadi karyawan atau pengusaha. Atau, dua-duanya: menjadi karyawan sekaligus menjadi pengusaha.

 

Dian Wahyu Kusuma/Wartawan Lampung Post

Berita Terkait

Komentar